YANGON, RIMANEWS -- Peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi terpilih kembali memimpin Partai oposisi Myanmar NLD, Minggu, yang dilaksanakan dalam kongres bersejarah menjelang pemilihan...
YANGON, RIMANEWS -- Peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi terpilih kembali memimpin Partai oposisi Myanmar NLD, Minggu, yang dilaksanakan dalam kongres bersejarah menjelang pemilihan...
YANGON, RIMANEWS -- Aung San Suu Kyi mendapat kunjungan Uskup Agung Desmond Tutu mereka bertemu sebagai sesama pemenang Nobel Perdamaian, Selasa, dalam kunjungan ke Myanmar. Mereka juga...
YANGON, RIMANEWS -- Terkait pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar, tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi, memilih untuk bungkam. Dia menegaskan tidak akan menggunakan 'kepemimpinan moral'...
YANGOON, RIMANEWS -- Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi direstui menjadi presiden jika terpilih dalam pemilihan umum. Pernyataan mengejutkan ini dikemukakan Pemimpin Myanmar Thein Sein,...
RIMANEWS -- The president insisted that the will of the people would be respected whoever they chose in an election due in 2015.
He reiterated his commitment to the country's reform...
Oleh Ida Pitalokasari*
Suu Kyi yang pada 16 Juni 2012 mengambil penghargaan Nobel Perdamaian yang diraihnya pada 1991 dikritik karena sikap diamnya atas tragedi...
NAYPYIDAW, RIMANEWS --Pemerintah Myanmar didesak untuk melindungi hak-hak dasar etnis minoritas di negaranya. Desakan itu muncul dari anggota Parlemen Myanmar dari kubu oposisi, Aung San Suu Kyi...
NAYPYIDAW, RIWANEWS-Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi pada Senin membuat kemunculan bersejarah di parlemen, yang menandai tahap baru dalam perjuangannya membawa demokrasi di tanah airnya...
MYANMAR, RIMANEWS - Pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi menolak perintah pemerintah Myanmar agar berhenti menyebut negaranya "Birma." Nama suku besar, yang banyak digunakan juru kampanye...
JAKARTA, RIMANEWS-Burmese opposition leader Aung San Suu Kyi has urged the UK to support moves to democracy in Burma, in an historic address to both Houses of Parliament.
Ms Suu Kyi said...