Ponpes Nurul Huda Sragen, Adakan Pengajian Rutin dan " Wayangan " Tiap Bulan
Penulis :
1661    0

SRAGEN, RIMANEWS--Setiap bulannya Pondok Pesantren Nurul Huda mengadakan Pengajian Rutin yang biasa diisi dengan ceramah keagamaan yang dilakukan oleh Pimpinan Ponpes Nurul Huda yakni KH Syarief Hidayattullah dan biasanya juga disuguhkan tontonan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dari para dalang di daerah itu. Alasan Abah (panggilan akrab untuk KH Syarief Hidayattullah ) di lingkungan pondok pesantren di lingkungan masyarakat daerah itu, agar kelestarian wayang kulit sebagai tontonan sekaligus tuntunan tetap terjaga, Beliau juga selalu menyisipkan tokoh-tokoh pewayangan serta filosofinya dalam setiap ceramah-ceramahnya.

Banyak kalangan hadir di Ponpes Nurul Huda dari lokal hingga nasioanal, nama-nama seperti Ketua DPR RI Marzuki Alie, Surya Darma Alie dan tokoh-tokoh nasioanl yang lain. Seperti juga yang terjadi Minggu Legi, tanggal 10 januari 2014 , Pengajian bulanan diisi ceramah oleh KH Syarief Hidayatullah, dalam ceramahnya beliau berpesan silahkan berperan dalam pembangunan dan memajukkan negara dalam berbagai jabatan dan profesi.

Banyak caleg dari jawa dan di luar jawa hadir di pengajian bulanan itu, mereka adalah Ali Muslhichin Caleg dari Partai Golkar Kudus yang juga Alumni Ponpes Nurul Huda juga ada poltisi Hanura dari Sumatra Selatan Ahmad Darul Kunti Sutejo, kepada para caleg Abah berpesan jangan sesekali mencuri uang negara, silahkan berbuat untuk memajukan rakyat dan maupun masyarakat demi kemajuan bangsa dan negara.

Pondok pesantren Nurul Huda juga tempat dimana Surojogo PSBH dilahirkan dan dibesarkan, ia anak dari KH Syarief Hidayatullah pendiri dan sekaligus  pimpinan Ponpes Nurul Huda, sebagai mana juga dengan yang lainnya Abah bepesan kepada Surojogo PBSH, silahkan mengabdi dan berbuat sesuatu yang baik untuk negeri, bangsa juga negara. jangan sesekali menyelewengkan amanat yang diberikan masyarakat, sebab menghianati amanat sama saja menghianati agama.

Gus Jogo Calon DPD Independen

Kalau ada orang masih berpikiran bahwa santri di pondok pesantren itu identik dengan sekelompok orang yang mengandalkan proposal untuk mencari atau mendapatkan dana bagi operasional di pondok pesantren dimana mereka menjadi santri. Maka orang yang masih berpikiran demikian akan merasa malu bila bertemu langsung dengan sosok yang akan saya perkenalkan ini.

Namanya Surojogo PBSH. dan PBSH adalah Pangrekso Bawono Syarief Hidayatullah. Putra dari pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Ploso Rejo Sragen Jawa Tengah KH. Syarief Hidayatullah. tanggal lahir Sragen 11-11-1989 sarjana ekonomi dari UNS solo sedang menempunh program pasca sarjana S2  Universitas Negeri Surakarta.

Surojogo juga seorang direktur PT. DJOGO ADIK yang bergerak di bidang pertambangan batu, memiliki berbagai alat berat. Omset pendapatan perharinya 25 juta. Selain itu memiliki usaha penecah batu dengan berbagai ukuran SNI standar bangunan, dari pecah batu sendiri omset perhari 30 jutaan. Selain itu dia juga seorang petani muda yang handal memiliki lahan berhektar hektar baik di sragen maupun di luat sragen.hasil pertanian berupa padi, cabe , melon, mangga, semangka, timun,dll. mempunyai 2 rumah makan besar di sragen dan tuban.. ini sedikit keterangan mengenai sosok kita ini. Masuk ke caleg atas biaya sendiri dan tidak dari partai.

Hal yang menarik dan patut diteladani yakni dia menanamkan betapa pentingnya pendidikan bagi seseorang, maka yang dia lakukan adalah membuka usaha dan dari usahanya itu dipergunakan sepenuhnya untuk memajukan pendidikan para santrinya dan ini hal yang diteladaninya dari Abahnya yakni KH. Syarief Hidayatullah.

Pakar pendidikan yang juga Rektor Universitas Paramadina dan Penggagas ' Indonesia Mengajar' Anies Baswedan Phd, mengatakan bahwa transformasi sosial bisa dicapai dengan transformasi pendidikan, barangkali hal ini juga yang disadari oleh Surojogo PSBH, sehingga dia mendorong para santrinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan biaya pendidikan yang dia tanggung dari koceknya dan ini amanah yang dia terima dari Abahnya.

Tokoh muda semacam Surojogo  PBSH yang mempunyai visi ke depan dengan konsentrasi pada bidang pendidikan dan menanggung biaya pendidikan para santrinya, patut kita hargai dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah utamanya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan juga Departemen Sosial. sebab yang dilakukanya adalah memajukan pendidikan bagi mereka para santri yang tentunya akan berat menanggung biaya pendidikan tanpa bantuan dari perusahaan yang dikelolanya bersama para santrinya itu.

Amanah Undang Undang Dasar salah satunya adalah Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, barangkali inilah yang diwujudkan oleh Surojogo PBSH, seandainya nanti dia terpilih menjadi Dewan Perwakilan Daerah No 29, Kita berharap semoga menjadi kenyataan agar hal yang dia lakukan saat ini menjadi riil dan nyata dan berguna bagi bangasa dan negara. (Wrh/RIMAnews)