Hebatnya Satpam BRI yang Menyelamatkan Nasabah Dari Penipuan
Penulis :
1706    0

Kejadian ini baru aku alami tadi malam. Sekitar pukul 20.30 WIB di sebuah galery ATM yang berada di halaman Kantor Cabang Pembantu BRI Abunjani Sipin.Saat itu aku sedang bertransaksi di salah satu mesin ATM. Aku melakukan pembayaran tivi kabel langgananku. Niatnya mau menggunakan SMS banking, tapi kebetulan lewat kantor bank tersebut, maka sekalian mampir, hitung-hitung menggunakan kartu ATM yang sudah lama kulupakan karena selama ini asyik berinternet banking dan SMS banking.

Tiba-tiba datang seorang bapak-bapak masuk dan menuju mesin ATM tepat di sebelahku. Kutaksir usianya tak lebih dari 45 tahun. Ia memasukkan kartu ATM sambil berbicara lewat handphone. Tadinya aku tak peduli. Tapi aku menjadi sedikit kaget tatkala Satpam yang bertugas tidak jauh dari galery ATM mendekat sambil mencegah masuknya kartu ATM bapak tersebut ke dalam mesin ATM.

“Bapak sedang menelpon siapa?” tanya Satpam

“Marketing dari Bank” jawab bapak tersebut

“Kalau boleh tahu, urusan apa pak?” tanya Satpam lagi

“Saya dapat hadiah mobil, untuk mendapatkannya harus membayar pajak terlebih dahulu?” jawab bapak tersebut tersenyum senang

“Berapa diminta?” tanya Satpam lagi

“Enam belas juta rupiah” jawabnya mantap

Mendengar pengakuan tersebut, Satpam meminta handphone nasabah di loudspeaker. Tapi ternyata telepon sudah dimatikan oleh si penelepon. Kemudian Satpam menanyakan dari mana si Bapak mengetahui dapat hadiah tersebut. Lalu ditunjukkanlah sebuah sms dari nomor yang tidak dikenal, isinya :

Nasabah BRI Yth:

Rek anda M’dptkan hadiah

Dari BRI UNTUNG BELIUNG

PIN : (ijh76k79) u/ info Hadiah Yg Anda

Menangkan klik, www.briuntungbeliung.webs.com

Setelah membaca sms di atas, Satpam tersenyum dan memberi tahu bahwa sms tersebut murni penipuan, karena :

1.BRI tidak pernah memberitahukan pemenang undian melalui sms

2.Pengumuman pemenang selalu melalui Media Harian Nasional, seperti Kompas dan sebagainya. Kemudian pemenang dihubungi via surat untuk datang ke kantor BRI tempat ia menabung dan memenangkan hadiah

3.Undian dilakukan secara terbuka dan dapat disaksikan di stasiun televisi atau diberitakan di harian nasional untuk Britama dan harian lokal untuk Simpedes

4.Undian Untung Beliung Britama periode Juli – Desember 2013 belum diundi, jadi undian tersebut jelas bohong

5.Website BRI yang benar adalah http://www.bri.co.id, selain website tersebut adalah tidak benar dan tidak dikelolah oleh bank tersebut

 

Aku pun ikut faham dengan penjelasan Satpam tersebut. Lalu si Bapak seolah tersentak dan tersadar dari mimpinya untuk mendapatkan mobil baru. Ia berterima kasih kepada Satpam karena tidak jadi tertipu. Lalu aku pun mencoba membuka website yang dibuat oleh kelompok penipu tersebut, yaitu : http://www.briuntungbeliung.webs.com.Ternyata isinya cukup mencengangkan, bentuknya persis seperti website resmi milik BRI. Hanya saja kejanggalan-kejanggalan dari website tersebut mudah terbaca, seperti :

1.Menyelenggarakan undian dari tanggal 11 April s.d. 20 Desember 2013, tapi di bulan Oktober sudah menyebar SMS kepada pemenang

2.Nama-nama pemenang dalam website tersebut tidak dicantumkan

 

  1. Adanya pertentangan kalimat, yaitu point pertama “UNTUNG BELIUNG BRITAMA VIII 2013” dinyatakan bahwa : “Peserta Program Adalah seluruh nasabah Bank BRI pemegang rekening Tabungan BRI BritAma, Tabungan BRI BritAma Bisnis, dan Tabungan BRI Junio”. Sedangkan pada point ketiga “PERSYARATAN HADIAH” berbunyi : “Nasabah Tabungan BRI BritAma, Tabungan BRI BritAma Bisnis dan BritAma Junio tidak dapat mengikuti program Untung Beliung BritAma”
  2. Tercantum nama Direktur Utama BRI Drs. Alex Sinaga, padahal yang benar adalah Sofyan Basir

Mendapati kejadian ini, aku pun tergerak untuk berbagi di Kompasiana, dengan harapan membantu mengurangi korban penipuan, karena biar bagaimana pun seringnya masyarakat mengalami kejadian tersebut, tetapi masih saja ada orang lain yang tidak peka dan menjadi korban berikutnya. Dan tak lupa ucapan “salut” untuk Satpam. Semogalah bermanfaat. Salam Kompasiana. (KCM)