Airin dan Wawan, Penikmat Mobil Mewah & Rumah Mewah di tengah Kemiskinan Rakyat Banten
Penulis :
2636    0

Sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah tersangka kasus korupsi Pilkada Kabupaten Lebak, Tubagus  Chaery Wardana (Wawan), di Jalan Denpasar IV nomor 35 Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (3/10/2013). Suami Wali Kota Tanggerang Selatan, Airin Rachmi Diany, diamankan di rumah itu malam tadi, Rabu (2/10/2013). Wawan ditangkap terkait dengan kasus suap Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar.

Total harta kekayaan Airin pada 2010 mencapai Rp 103,9 miliar. Dari jumlah itu nilai alat transportasi mencapai Rp 22 miliar. Apa saja nilai alat transportasi yang mencapai Rp 22 miliar itu? Berikut rinciannya:

- Range Rover sport tahun 2007, hasil sendiri, Rp 2,15 miliar
- Mercedez Benz tahun 2008, hasil sendiri, Rp 1,58 miliar
- Mini Cooper tahun 2008, hasil sendiri, Rp 600 juta
- Lamborghini tahun 2009, hasil sendiri, Rp 9 miliar
- Alphard tahun 2010, hasil sendiri, Rp 1,3 miliar
- Ferrari tahun 2006 dibeli tahun 2008, Rp 3,5 miliar
- Porsche Panamera tahun 2010, hasil sendiri, Rp 3,5 miliar
- Fortuner tahun 2010, hasil sendiri, Rp 459 juta
- Honda Beat (sepeda motor) tahun 2008, hasil sendiri, Rp 13 juta

Petugas KPK tiba di rumah seluas 4000 meter itu sekitar pukul 16.45 WIB, dengan menumpangi tiga unit Toyota Avanza dan satu Toyota Inova. Belasan petugas itu masuk dengan membawa satu buah kardus, dan beberapa lembar kardus yang belum disusun. Mereka langsung masuk ke dalam rumah itu, dan tidak jelas terlihat dari luar apa yang mereka lakukan di dalam.

Dari luar rumah itu tampak temaram, dengan lampu-lampu bagian dalam rumah yang menyeruak dibalik tirai. Sementara sejumlah lampu yang menempel di tembok bagian luar rumah tidak bisa membuat rumah itu terang. Kesan temaram bertambah kuat karena di jalanan depan rumah itu tidak terdapat lampu penerangan jalan, hanya terdapat sejumlah lampu kecil yang menerangi pohon-pohon di depan pagar rumah.

Di garasi bagian kiri, di bagian depan terparkirsebuah Toyota Innova, Sedan Bentley bernomor Polisi B 888 GIF. Sedangkan bagian kiri Toyota Land Crusier bernomor Polisi B 888 TCM dan Toyota Land Crusier TX bernomor Polisi B 1978 RFR.

Tiba-tiba sekitar pukul 19.30 WIB, garasi rumah itu dibuka, alhasil lampu dari dalam garasi yang terang menyeruak keluar, dan menerangi bagian depan rumah. Setelah pintu garasi dibuka, tampak di dalamnya terparkir sejumlah mobil mewah.

Garasi rumah itu berukuran sekitar 20 X 25 meter, dengan 25 X 15 meter diantaranya tertutup pintu garasi yang berupa pintu kayu yang dilipat kesamping. Garasi itu dibagi dua dengan sebuah tembok tebal di tengahnya.

Di garasi bagian kanan, di dalamnya terparkir empat buah mobil mewah. Di bagian kiri, terparkir memanjang dua mobil sedan merek Ferari berwarna merah berplat nomor B 888 CNW dan B 888 GEF. Di sebelah kanannya, terdapat sedan merek Lamborghini berwarna putih, dan di depannya terdapat sedan Nissan GTR yang juga berwarna putih.

Di garasi bagian kanan bagian dalam, terparkir satu unit sedan Lexsus berwarna hitam bernomor Polisi B 888 ARD, dan di depannya terparkir sebuah peda motor Harley Davidson jenis Sportster bernomor Polisi B 3484 WWW. Di bagian kanan terparkir sedan Toyota Camry berwarna hitam, dan sebuah Roll Royce warna hitam bernomor Polisi B 888 CHW.

Sekitar lima orang petugas KPK yang mengenakan rompi KPK, sarung tangan dan masker penutup bagian mulut tampak memeriksa mobil-mobil itu dengan seksama. Salah seorang petugas yang memeriksa mobil sedan Bentley nampak memeriksa sejumlah dokumen yang tersimpan di bagasi mobil.

Husni (51), kepala keamanan menuturkan di kawasan Jalan Denpasar Airin dan suaminya yang akrab dipanggil Wawan sudah tinggal sejak sekitar tahun 2003, awalnya mereka tinggal di Jalan Denpasar III. Baru sekitar tahun 2005 mereka pindah ke rumah mewah di Jalan Denpasar IV.

"Dari awal mereka tinggal, mereka sudah punya mobil-mobil mewah itu," ujarnya.

Setiap akhir pekan, biasanya Wawan mengendarai mobil-mobil mewah itu. Kata Husni Wawan kerap terlihat mengendarai mobil Ferrari berlogo kuda jingkrak itu. Sedangkan Airin kerap terlihat mengendarai sedan Lamborghini.

"Pak Wawan sering terlihat mengendarai sendiri mobilnya itu, kadang-kadang sendiri, kadang-kadang sama istrinya," ujar Husni.

AIRIN di Amerika

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan enam tersangka dalam kasus suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.

Akil menjadi tersangka dalam penanganan kasus sengketa pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) di dua daerah yaitu di Kabupaten Gunung Mas (Kalimantan Tengah) dan Kabupaten Lebak (Banten).

Salah satu orang yang ditangkap KPK terkait Pemilukada Lebak adalah Tubagus Chaeri Wardana, suami Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menjelaskan, Airin saat ini sedang berada di luar negeri. Tokoh yang kerap disapa BW ini mengatakan kalau Airin malah sedang berada di Amerika Serikat.

"Setahu saya Istri TCW tidak sedang di sini, malah lagi di Amerika Serikat (AS)," ucap mantan Ketua YLBHI ini setengah tertawa usai jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (3/10).

Bambang menjelaskan, KPK telah mengirimkan surat cegah ke luar negeri kepada Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terhadap satu orang terkait kasus ini.

"KPK telah mengirim surat cegah ke imigrasi atas nama satu orang, bukan hakim (MK)," kata Bambang. Dia menambahkan surat permohonan pencegahan ini sudah dikirimkan ke imigrasi pada Kamis (3/10). Namun ia belum mau mengungkapkan siapa orang yang telah diajukan pencegahan ini.

Ia berkelit pencegahan ini belum pasti karena baru dikirim ke imigrasi. Ia berjanji akan mengungkap orang yang dicegah ini pada Jumat (4/10) setelah pihak imigrasi mengkonfirmasi dan menyetujui permintaan cegah dari KPK.

"Saya janji besok akan dikasih tahu siapa yang diajukan pencegahan," ujarnya.

RUMAH MEWAH

Selain rumah Ratu Atut di Serang, Banten, ternyata kediaman Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, suami Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany di Perumahan Elite Alam Sutera, Jl. Sutera Narada V No.16, Kel. Pakujaya, Serpong Utara hanya juga sepi dan hanya dijaga dua petugas Satpol PP Kota Tangsel.

Rumah berlantai dua bercat warna krem terlihat sepi dan jarang ditempati. Kondisi lingkungan yang asri dan nyaman ternyata tidak menjadi kediaman utama suami Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany karena lebih banyak tinggal di Jl. Denpasar IV No. 35, Kuningan Timur, Setiabudi, Jaksel.

“Bapak jarang ada di rumah ini. Kebanyakan lebih banyak tinggal di Jl. Denpasar, Kuningan Timur, Setiabudi,Jakarta Selatan, ” kata Dian, satu petugas Satpol PP yang bertugas menjaga rumah kediaman tersebut, Jumat (4/10).

Menurut dia, masalah penangkapan majikannya yang juga adik dari Gubernur Banten, Ratu Atut tidak diketahui secara persis karena dari kemarin hingga Jumat pagi rumah dalam keadaan kosong. “Kedua anaknya juga tinggal di Jakarta jika berangkat sekolah diantar sopir dan pengasuh,” tuturnya yang baru mendapatkan tugas menjaga rumah kediaman Walikota Tangsel di Alam Sutera, Serpong Utara sejak sebulan lalu.

Sejumlah petugas keamanan dari pengelola perumahan elite Alam Sutera terus berjaga-jadi di sekitar kediaman Walikota Tangsel agar puluhan wartawan yang ingin mengambil gambar tak diperkenankan. “Jika ingin mengambil gambar rumah keluarga Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany harus ada izin dari PT Alam Sutera,” ujar Karno salah satu Satpam PT Alam Sutera.

Suwandi, petugas keamanan lain, menambahkan rumah tersebut memang milik Wawan atau Tubagus Chaeri Wardhana suami Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany tapi jarang ditempati. “Kalaupun Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany bersama keluarga datang hanya sebentar saja,” ujarnya.

Ramainya rumah ini, imbuh dia, saat ada kegiatan pengajian rutin seminggu sekali dan pemberian santunan anak yatim saat hari besar. “Kalau untuk bermalam rasanya Ibu Airin dan suami rasanya tak pernah,” katanya.

Kabag Humas Kota Tangsel Dedi Rafidi, mengatakan sama sekali tak tahu persis kapan suami Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany ditangkap KPK. “Untuk masalah Ibu Airin sudah tahu atau belum saya tak tahu menahu,” ujarnya.

Keberadaan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany di Amerika Serikat dalam rangka belajar di Harvard Universty yang merupakan agenda resmi Kementerian Dalam Negeri. “Ibu Airin termasuk dari 20 kepala daerah yang terpilih Kemendagri untuk menimba ilmu pengetahuan tentang kebijakan public selama satu bulan setengah,” tambahnya. (anton)

(Nurmulia Rekso/tribn/)