Perempuan Di Pinggir Danau Kembali Di Gelar Di Pematang Siantar Dan Balige
Penulis :
Penyunting :
1156    0

Dokumentasi Rima

 Oleh : Jhon Fawer Siahaan

Setelah menuai sukses di Medan Perempuan di pinggir danau kembali akan di gelar di Pematang Siantar dan Balige, pertunjukan kali ini akan dimulai di Pematang Siantar di AULA Fakultas Ilmu Pendidikan Nomensen Pematang Siantar pada tanggal 28 September 2013 dan di Balige akan di gelar pada tanggal 05 Oktober 2013 di TB. Silalahi Center.

Suksesnya pertunjukan di Medan tidak lepas dari beberapa sponsor yang ikut terlibat sehingga acara tersebut berjalan dengan lancar tanpa menuai kendala apapun. Para peserta cukup antusias terhadap pertunjukan Opera Batak “Perempuan Di Pinggir Danau” apalagi generasi muda dimana parah pelajar mulai dari tingkap SD, SMP dan SMA hal itu terlihat gedung pertunjukan penuh dan ketika di buka sesi Worshop mereka tidak ketinggalan dan ingin belajar terkait seni pertunjukan tradisional ini.

Tidak hanya berhenti worshop saja para pelajar ingin mengetahui lebih dalam lagi terkait Opera Batak, setelap pertunjukan usai mereka kembali berdiskusi dan bertanya terkait Opera Batak baik dari sisi Sejarahnya dan keluh kesah pemain saat di panggung dan mereka bertanya langsung kepada sang Moestro Opera Batak Alister Nainggolan dimana Alister sendiri murid langung sang pelopor Opera batak Tilhang Oberlin Gultom. Selain bertanya dengan Alister Nainggolan mereka juga bertanya langsung kepada Thompson Hs, selaku direktur Pusat Latihan Opera Batak, dimana Thompson Hs selaku orang yang terlibat aktif dalam melakukan revitalisasi Opera Batak semenjak tahun 2002.

Beberapa data pun di berikan kepada pelajar yang ingin mengetahui lebih detail tentang seni pertunjukan Opera Batak bukan hanya berbicara terkait Opera Batak pada masa tempo dulu namun juga bagaimana Pusat latihan Opera Batak tetap mampu bertahan meskipun minim dukungan dari pemerintah namun lewat kemandirian PLOt mampu bertahan sampai sekarang dan bagaimana Pusat Latihan Opera Batak kedepannya.

Lebih lanjut Ojak Manalu juga memberikan tambahan terkait acting dalam Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) dan sisi positif yang dia terima setelah bergabung dalam PLOt sendiri. Pematang Siantar dan Balige merupakan sebuah lokasi untuk mengenang masa kejayaan Opera Batak tempo dulu daerah ini merupakan cikal bakal kesuksesan Opera Batak padaa masa Tilhang dulu. dan pertunjukan Opera Batak di pematang Siantar dan Balige bukan hanya semata pertunjukan semata melainkan sosialisi Opera Batak bahwa Opera Batak telah bangkit kembali dan sekaligus pemberitahuan bahwa Opera Batak akan Roadshow Sumatera Utara, Jawa dan Eropa dan sekaligus jika ingin bertanya terkait Opera Batak datang saja langsung pertunjukan Opera Batak yang di Pematang Siantar Dan Balige. Horas (Wrh/RIMAnews)

Jokowi Belum Presiden Terpilih -dibaca 3196 kali