Korupsi Dana CSR, Rektor Unsoed Ditahan
Penulis :
1120    0

PURWOKERTO, RIMANEWS -- Rektor Unsoed Purwokerto, Prof Edy Yuwono PhD ditahan Kejaksaan Negeri Purwokerto, Rabu (21/8), kemarin. Dia diduga melakukan korupsi penyalahgunaan dana badan layanan umum (BLU) pro­yek kerja sama hibah terikat (CSR) de­ngan PT Aneka Tambang (An­tam) di Grabag Purworejo.

Selain Rektor, Kejari juga me­nahan Pembantu Rektor IV Bi­dang Ker­ja sama Ir Budi Rustomo dan Ke­pala UPT Penerbitan dan Perce­ta­kan Unsoed, sekaligus mantan ben­dahara pengelolaan proyek, Ir Wi­narto Hadi. Namun satu tersang­ka lain, yakni Suatmaji, asisten senior manager posmining (CSR) PT Antam di Jakarta tidak ikut ditahan.

Kepala Kejaksaan Negeri Purwokerto R Dita Prawitaningsih, didampingi Kasi Intelijen Sunarwan mengatakan, ketiga tersangka ditahan karena sudah memenuhi unsur penahanan, baik alasan objektif, berkas sudah dinyatakan lengkap dan alasan subjektif, seperti dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya.

” Mereka kita tahan setelah ha­sil audit BPKP resmi dilapo­rkan ke kita. Ketiganya kita titipkan di LP Purwokerto,” kata Ka­jari usai melakukan penahanan.

image

Hasil audit BPKP, dugaan kerugiannya sekitar Rp 2,154 miliar dari total proyek sekitar Rp 5,8 miliar. ” Mereka me­nyalahgunakan dana CSR secara bersama-sama,” tandas Kajari Purwokerto. Dia juga menyatakan tidak lama lagi berkas akan segera dilimpahkan ke Penga­dil­an Tipikor Semarang untuk disi­dangkan.

Soal tersangka Suatmaji yang tidak ikut ditahan, katanya, ini menyangkut soal teknis pe­nyidikan saja. Dalam waktu de­kat, katanya, dia juga akan di­periksa dan kemungkinan juga ditahan.

” Tetap akan kita panggil la­gi,” tegasnya dengan nada tinggi.

Sunarwan menambahkan, ketiga tersangka dijerat dengan UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi, khususnya Pa­sal 2,3,9 dan 12 huruf b, salah satunya adalah dugaan gratifikasi. Ancaman hukumannya 20 tahun.

Ketiga tersangka dipangil pada pukul 9.00. Kemudian pukul 10.00 mulai dilakukan pemeriksaan.

Tim dokter sudah disiapkan lebih dulu di kejaksaan. Setelah dilakukan pengecekan kesehatan dan dinyatakan sehat, sekitar pukul 13.00, mereka langsung ditahan.

Penahahan tersangka terkesan sembunyi-sembunyi, karena dilakukan dalam waktu cepat dan tertutup untuk liputan media. Untuk pemeriksaan PR IV, saat dipanggil masih dalam kapasitas sebagai saksi. Namun setelah diperiksa kemarin, langsung ditetapkan tersangka dan ikut ditahan.

Tim Kecewa

” Ini soal teknis penyidikan saja. Dia (PR IV-red), kita panggil sebagai saksi. Pada saat pemeriksaan sudah jadi tersangka. Kalau langsung dipanggil se­b­agai tersangka bisa saja tidak datang,” bantah Kajari menanggapi penahanan PR IV yang terkesan dipaksakan.

Penahanan Rektor dan dua pejabat Unsoed lain itu mengejutkan penasihat hukum tersangka dan tim advokasi nonlitigasi Unsoed. Saat mendampingi di Kejari Purwokerto, mereka menyatakan kecewa dan menyesalkan tindakan penyidik.

Anggota tim advokasi hukum Unsoed Hibnu Nugroho mengungkapkan, selama ini rektor sudah proaktif dan kooperatif. Jika mau ditahan, mestinya sejak tahap penyidikan. Sementara, kasusnya ini sudah mau masuk ke penuntutan baru ditahan.

Langkah hukum yang akan ditempuh, kata dosen FH Un­soed ini, pihaknya akan mengupayakan penangguhan penahanan. Meski kemungkinan kecil, namun itu upaya yang bisa dilakukan.

” Harusnya penyidik bisa mempertimbangkan posisi Rektor dan PR IV Unsoed yang ma­sih dibutuhkan. Tidak perlu ditahan, toh selama ini mereka sudah kooperatif,” terangnya di Kejari Purwokerto.

Dalam kasus tersebut, Kejari sudah mengeluarkan surat pen­cekalan tidak boleh bepergian ke luar negeri, per 22 Februari lalu. Sejumlah barang bukti, juga disita, di antaranya empat unit kendaraan yang diduga hasil dari kegiatan CSR.

Soal peran dari masing-masing tersangka, penyidik menyebut, ketiganya memiliki peran penting. Tersangka Edy, dalam kasus kerja sama dengan PT Antam berperan sebagai penanggung jawab tim pengelola.

Adapun Winarto Hadi sebagai bendahara tim. Budi Rus­tomo, anggota tim. Tersangka lain, Suatmaji, sebagai perantara atau mediasi dengan PT Antam. Posisinya waktu itu mewakili pihak PT Antam.

[ mrheal / sms ]