Kecelakaan Lalin Paling Tragis Lebaran ini: 15 Nyawa Melayang
Penulis :
Penyunting :
2270    0

BANYUMAS, RIMANEWS --- Jumlah korban tewas akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya Banyumas-Buntu, tepatnya di Dusun Grumbul Tambakbaya, Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Banyumas bertambah tiga orang. Sampai kemarin (11/8), jumlah korban yang tewas menjadi 15 orang.
”Minggu dini hari ada korban yang tadinya luka berat akhirnya meninggal. Total korban meninggal ada 15 orang, terdiri atas delapan perempuan dan tujuh laki-laki. Semua korban sudah berhasil teridentifikasi dan para keluarga telah dihubungi. Termasuk keluarga dari korban luka yang dirawat di rumah sakit juga sudah dihubungi,” kata Kapolda Jateng Irjen Dwi Priyatno yang masih berada di Purwokerto untuk memantau perkembangan kecelakaan di Pageralang.

Tiga korban meninggal dunia yang sempat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Banyumas adalah Fauzi (35), pengendara sepeda motor Honda Karisma B-5041-NN, Alfrian (24), pengendara Yamaha Mio B-6532-V dan Kasman (50), warga yang pada saat kejadian sedang berada di pinggir jalan. Seperti diberitakan, kecelakaan maut terjadi pada H+2 lebaran di jalan raya Banyumas-Buntu, tepatnya di Grumbul Tambakbaya, Desa Pageralang, Kecamatan Kemranjen, Banyumas, Sabtu (10/8), sekitar pukul 13.15.

Bus PO Karya Sari dengan nomor polisi AA-1654-CD jurusan Purwokerto-Yogya-Solo yang mengangkut sekitar 25 penumpang, diduga mengalami rem blong saat melaju di jalan menurun di Grumbul Tambakbaya, Pageralang dari arah utara atau Purwokerto ke Buntu. Bus yang semestinya menikung ke kiri, melaju lurus hingga menabrak sedan Toyota Corolla Z-1401-BV dan dua motor Honda Karisma B-5041-NN dan Yamaha Mio nopol B-6532-VF yang melaju dari arah berlawanan.

Mobil sedan dan motor terseret dan tertindih bus hingga ringsek dan tertinggal di tebing di samping jalan sekitar lima meter dari bibir jalan. Se-dangkan bus terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 15 meter. Tragisnya, seluruh penumpang mobil sedan Toyota Co-rolla yang ditabrak bus tewas. Ketujuh jenazah penumpang sedan adalah satu keluarga yang beralamat di Jl Situmpur, Purwokerto Kulon, Kecamatan Purwokerto Selatan. Mereka adalah Rina Febriana (28), yang saat kejadian memegang kemudi mobil.

Kemudian, Della Agustina (25), Adetyanis Ramadhani (6), Raihana (3,5), Dien Ra-dian Hidayat Noer (55), Koen Fajar SP (55), dan Bakti Nurjanah (23). Oleh keluarga, ketujuh jenazah diputuskan dibawa ke Yogyakarta, tempat keluarga berasal. Ketujuh jenazah dibawa dengan tiga ambulans dari RSU Banyumas.

Pemulangan jenazah sempat tertunda beberapa jam karena harus menunggu kedatangan mobil jenazah yang digunakan untuk mengantar delapan jenazah lainnya. Pantauan Suara Merdeka di ruang jenazah RSUD Banyumas, puluhan anggota keluarga Dien Radian Hidayat Noer yang datang dari Jogja dan Sumedang sejak Minggu pagi hari.  Hingga siang hari, beberapa kerabat dan keluarga korban terus berdatangan ke kamar jenazah RSUD Banyumas.

Tim KNKT

Kapolda menyatakan, sesuai UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sopir bus PO Karya Sari Suryanto dinyatakan sebagai tersangka. Namun demikian, Suryanto belum bisa diperiksa intensif karena masih dalam perawatan. Sementara Suryanto (59) asal Jetis, Kebumen saat ini masih dirawat di RS Margono Soekarjo Purwokerto.

Polisi akan mencari penyebab pasti terjadinya kecelakaan maut itu. Ia mengatakan, tim dari Traffic Acciedent Analysis (TAA) Mabes Polri, dari Komite Nasional Kese-lamatan Transportasi (KNKT) dan tim Labfor Polda Jateng akan turun untuk melakukan penelitian di lapangan dan melihat dari dekat kondisi bus yang kecelakaan. 

”Meski sopir bus menyebutkan rem blong, polisi akan melihat secara teknis sistem pengereman dan sistem kemudi dari bus dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengetahui sebab-sebab pasti terjadinya kecelakaan tersebut. ,” jelasnya.

[ mrheal / sms ]