Mesir Bersimbah Darah, Syekh Al Azhar Kecam Bentrokan di Cairo!
Penulis :
1368    0

CAIRO-Negara  Arab yang sangat berpengaruh itu sekarang secara bertahap mulai pudar pamornya di kawasan dunia Arab,sehingga negara-negara Arab lainnya yanag sebelumnya segan kepada Mesir mulai unjuk gigi dan mencampuri urusan domistik Mesir.Terkait masalah krisis politik yang semakin membara itu terkesan Mesir semakin terjebak dalam kancah perang saudara jika  masalah tidak cepat terselesaikan ,sehingga Imam Al Azhar mulai mengecam  berbagai bentrokan di ibukota Mesir,Cairo.

Berbagai aksi unjuk rasa terjadi antara  kubu muslim  pendukung fanatik Presiden terguling Muhammad Mursi contra kubu minoritas dari  komunitas liberalis sekuler pro junta militer terus menerus mencabik-cabik berbagai aspek sosial kemasyarakat Mesir ,krisis ekonomi politik dan kini  ancaman perang saudara semakin nyata di Mesir.Junta militer  mengupayakan  agar Ikhwanul Muslimin tersingkir dari  aktifitas politik Mesir dengan mengkriminalisasikan para elite politik FJP,sayap politik Ikhwanul Muslimin

Sejak Ihwan ul Muslimin menguasai Mesir setelah memenangi Pemilu tahun 2011 pihak oposisi dukungan militer meronrong kewibawaan Presiden Muhammad Mursimtetapi tetap bisa bertahan sampai Jenderal Abdel Fattah El Sisi merebut kekuasaan dalam kudeta militer Rabu 3 juli 2013 ,serta menahan presiden terguling Muhamamad Mursi disuatu tempat rahasia.Para pengikut Mursi melancarkan aksi menuntut junta  membebaskan Mursi,sebagiamana juga desakan EU,AS dan juga PBB.

1374967297828249407

Sejak kudeta dilancarkan Rabu 3 Juli 2013 sejauh ini diperkirakakan sudah ratusan  warga Mesir menjadi korban keganasan rejim junta  dan ribuan lainnya mengalami luka-luka,tetapi  pihak kubu Mursi tidak akn  berkompromi sebelum kekuasaan Mursi diulihkan.Menyadari semakin  banyak korban para Imam Al Azhar hari Sabtu 27 juli 2013 mengecam kerusuhan tersebut.Anehnya Imam Al Azhar sebelumnya  pro junta militer,tetapi setlah menyaksikan begitu kejamnya militer  Mesir terhadap rakyatnya maka kelihatannya Imam Al Azhar mulai berubah sikapnya terhadap  junta miiter itu.

Para Imam Al Azhar kini menuding kerucuhan itu,tetapi kelompok oposisi dan Kementerian Dalam Negeri Mesir  menuduh Ikhwanul Muslimin sebagai dalang  dalam kerusuhan itu ,karenanya  para pengikut Mursi tidak mau  kompromi dan menolak  bergabung ke kabinet .Karenanya rejim transisi itu tidak ubahnya sebagai perpanjangan  tangan opsisi .Oposisi anti Mursi dan pro militer yang juga anti pemberlakuan syariat islam di Mesir yang dilaksanakan Mursi sebagai hasil referendum .Mestinya  Imam Al Azhar yang masih di hormati itu menjadi penengah dalam upaya menentramkan Mesir,bukannya  hanya mengecam setelah sebelumnya pro junta .