Massa Amuk Pencuri Sapi, Satu Orang Tewas
Penulis :
Penyunting :
808    0

SOLOK, RIMANEWS - Emosi warga tak tertahankan lagi, begitu mengetahui ada komplotan mencuri tiga ekor ternak masyarakat, warga pun langsung mengambil tindakan menangkap komplotan itu. Dari enam tersangka, dua berhasil dibekuk. Keduanya dihajar massa. Satu di antaranya tewas dan satu lagi menderita luka-luka.

Setelah menggasak tiga ekor sapi, akhirnya seorang anggota komplotan pencuri ternak masyarakat (Petermas) tewas setelah dihajar massa. Peristiwa ini terjadi di Jorong Data Nagari Aia Dingin Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok Kamis (24/07) dini hari.

Tersangka pencuri ini yang tewas ini bernama Ardanis alias Antis (36) warga Padang Dama Nagari Cupak Kecamatan Gunung Talang. Antis meregang nyawa akibat luka-luka pendarahan di sekujur tubuhnya, setelah babak belur dihajar ratusan massa yang memergoki aksinya mencuri tiga ekor sapi bersama 5 rekannya.

Teman Antis bernama Ardison alias Icong (36) warga Balai Pandan Cupak, masih bernasib mujur. Dia luput dari maut dan hanya menderita luka luka.

Icong berhasil diselamatkan petugas Polres Solok dari amukan massa. Sedangkan empat teresangka lain berhasil kabur dari kepungan massa yang melakukan penyergapan komplotan ini di sekitar kawasan Tambang Gadang selepas subuh.

Mobil L 300 warna hitam yang dipakai kawanan bandit malam hari itu, setelah ringsek dirusak masa lalu dibakar hingga hangus.

Informasi yang berhail dirangkun Haluan menyebutkan, Kamis dini hari itu, warga Nagari Aia Dingin yang pulang dari Masjid Batang Hari usai mengikuti acara MTQ mencurigai gerombolan pencuri ternak yang terlihat berkeliaran di sekitar wilayah mereka.

Dugaan warga benar. Warga pun lalu saling berkoordinasi satu

dengan yang lain. Dalam sekejap ratusan warga sudah berkumpul lalu mengepung komplotan pencuri ternak tesebut.

Namun 4 orang dari anggota kawanan pencuri ternak berhasil meloloskan diri dari kepungan massa. Dua berhasil ditangkap masing-masing Ardanis dan Ardison. Keduanya inilah yang kemudian menjadi sasaran amuk massa tanpa ampun.

Warga yang kesal juga sempat menyeret kedua tersangka dari sekitar tempat mereka berkeliaran saat itu, untuk diarak dan dipermak dengan berbagai senjata tumpul dan senjata tajam lainnya.

Kapolsek Lembah Gumanti Iptu Handi Satri dan anggotanya dibantu Dalmas Polres Solok yang tiba ke lokasi kejadian, harus bersusah payah menenangkan massa yang sudah terlanjur emosi terhadap komplotan penjahat ini.

Masa bahkan sempat menginterogasi tersangka untuk mengetahui anggota komplotan pencuri ternak tersebut, yang ditenggarai sudah sering kali beraksi di sekitar kawasan Aia Dingin, Kecamatan lembah Gumanti sekitarnya.

Antis yang sempat dibawa petugas ke RSUD Arosuka kemudian dirujuk ke RSUP M Djamil Padang. Tapi akibat luka parah yang dideritanya, nyawa Antis tak tertolong lagi. Dia tewas di setelah mendapatkan perawatan. Sedangkan Ardison setelah mendapatkan pengobatan seperlunya di RSUD Arosuka, kemudian diamankan petugas dalam sel tahanan Mapolres Solok di Lubuk Selasih.

Kapolres Solok AKBP Bambang Ponco Sutiarso didampingi Wakapoles KLompol Sarminal dan Kasat Reskrim AKP Jerry kepada Haluan mengatakan, sejauh ini petugas masih terus melakukan pengembangan penyelidikan terkait kasus tersebut.

Dari tangan mereka, polisi mengamankan dua ekor sapi, sementara satu ekor sapi telah dipotong. Selain itu, juga diamankan satu unit mobil jenis Colt Diesel dengan nomor polisi BA8212 JO, yang sudah dibakar massa.

Menurut informasi yang diperoleh oleh Kepala Bagian Operasional (KBO) Satreskrim Polres Solok Arosuka Iptu Syafrudin di RSUP M Djamil Padang, dia mendapatkan perintah dari atasannya untuk mendatangi lokasi kejadian sekitar pukul 07.00 WIB.

“Saat tiba di lokasi, salah seorang tersangka terkapar di tengah jalan dalam kondisi bersimbah darah, dan dikerumuni warga. Melihat kejadian tersebut, saya memberhentikan mobil yang sedang melintas di lokasi untuk membawanya ke puskesmas terdekat,” kata Syafrudin.

Melihat kondisi Antis cukup berat di bagian kepala, maka dirujuk ke RSUD Solok. Ternyata, pihak tim medis tidak sanggup menangani tersangka ini, sehingga kembali dirujuk ke RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 09.00 WIB, dengan menggunakan Ambulance RSUD Solok.

Sesampai di RSUP M Djamil Padang sekitar pukul 09.30 WIB, langsung ditangani oleh tim medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Setelah menjalani proses perawatan, Antis warga Jorong Balai Panda, Nagari Cupak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, akhirnya tewas sekitar pukul 14.20 WIB, karena kondisinya kritis.

“Setelah tewas, Antis dibawa ke ruang jenazah untuk dilakukan otopsi. Selain itu, kami telah menghubungi pihak keluarga untuk menjemput jenazahnya,” jelasnya.

Sedangkan rekan tersangka bernama Icong, juga dihajar masyarakat. Akan tetapi, petugas cepat mengamankannya, sehingga tidak terlalu parah. Kemudian Icong digelandang ke Mapolres Solok Arosuka.

Mobil Colt Diesel yang diduga digunakan tersangka dibakar massa, dan didorong ke dalam jurang. Sementara, dua ekor sapi dan satu ekor sapi yang telah dipotong telah diamankan di Polres.

Informasi yang diperoleh Syafrudin di lokasi kejadian menyebutkan, dari hasil pemeriksaan sementara, Icong sudah melakukan aksi yang sama sebanyak tiga kali. Namun, petugas tidak percaya begitu saja. Sebab, selama bulan Ramadan kasus pencurian ternak masyarakat ini sudah empat kali.

“Tiga lokasi Petermas, menurut Icong yakni di kawasan Kilan Sanak, Alahan Panjang dan Galagah Muaro Paneh,” ujarnya lagi.

Menurut Icong, mereka melakukan pencurian tidak hanya berdua. Melainkan masih ada rekan lainnya, yang berhasil kabur dari lokasi kejadian, dan saat ini masih diburu petugas.

“Berdasarkan keterangan tersangka, kami telah mengantongi rekannya berinisial “HK”, dan masih dalam pengejaran. Kemungkinan, mereka ini banyak jaringannya dalam aksi Petermas,” Syafruddin.

Terkait aksi Petermas di kawasan Solok Arosuka, pihak kepolisian sebelumnya sudah berupaya untuk menangkap kawanan Petermas. Akan tetapi, selalu gagal saat menciduknya. Aksi yang dilakukan kedua tersangka tersebut merupakan aksi yang kelima.

“Penangkapan sebelumnya gagal disebabkan kawanan tersebut memiliki perantara yang menginformasikan ke pelaku Petermas untuk kabur,” jelasnya lagi. [12/inilah]

700 Jiwa Tewas Akibat Ebola -dibaca 1516 kali