Bahas BLSM di Rakornas, SBY Klaim Berkat Dukungan Demokrat BLSM Terwujud
Penulis :
1153    0

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, berbagai macam program kompensasi sosial yang mengikuti pengurangan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dapat terwujud karena dukungan penuh dan keberpihakan Partai Demokrat terhadap rakyat miskin.

”Program pemerintah dalam memberikan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat dan paket-paket bantuan sosial merupakan wujud nyata sumpah Demokrat yang berpihak terhadap rakyat miskin,” ujar SBY saat memberikan arahan di depan seluruh peserta Rapat Koordinasi Nasional Partai Dmeokrat di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (29/6).

SBY menegaskan hal itu merupakan perwujudan dari pakta integritas yang mengamanatkan keberpihakan kader Demokrat untuk rakyat miskin. ”Program pemerintah yang didukung Partai Demokrat, soal BLSM, dan paket bantuan sosial ini jadi wujud nyata kami berpihak pada yang membutuhkan," kata SBY.

Menurut SBY, kader Demokrat wajib menjaga kelancaran pembagian progam bantuan sosial itu. "Wajib hukumnya, sampaikan kepada kader Demokrat di seluruh tanah air untuk membantu salurkan dan menjaga kelangsungan bantuan seperti raskin, program keluarga harapan, beasiswa keluarga miskin dan BLSM," tegasnya.

Penggagas Partai Demokrat tersebut menerangkan, pengurangan subsidi BBM juga sangat kental sekali dengan nuansa politik, salah satunya adanya desakan untuk tidak memberikan bantuan sosial berupa BLSM.

"Politik memang dinamis, memang menjebak kita, dinaikkan harga BBM, tapi mencegah pemberian bantuan pada masyarakat yang membutuhkan. Tapi membantu rakyat itu harga mati bagi saya, wajib hukumnya. Ekonomi selamat, rakyat miskin bisa dibantu," ujarnya.

Pendistribusian BLSM dilakukan melalui Kantor Pos. Selain BLSM, pemerintah menyiapkan berbagai program perlindungan sosial kepada kelompok warga tidak mampu yang terimbas kenaikan BBM. Meliputi Program Keluarga Harapan, perluasan perlindungan sosial berupa penambahan kuota beras untuk rakyat miskin (raskin) dan beasiswa. Juga pembangunan infrastruktur dasar perdesaan.

Untuk BLSM, akan didistribusikan dalam dua tahap untuk 15,5 juta RTS dengan total dana Rp 9,3 triliun untuk empat bulan. Setiap bulan, masing-masing RTS mendapat Rp150 ribu. Untuk Raskin, penambahan bantuan selama tiga bulan dari sebelumnya 12 bulan. Sehingga, total bantuan menjadi 15 bulan.

Setiap RTS berhak mendapatkan raskin 15 kg per bulan dengan harga Rp 1.600/kg. Sementara Bantuan Siswa Miskin akan diberikan per tahun menjadi Rp 450 ribu untuk siswa SD/MI, Rp 750 ribu (SMP/MTs), dan Rp 1 juta (SMA/SMK/MA). Total penerima bantuan sebanyak 16,6 juta siswa. Selain itu ada tambahan manfaat mengurangi biaya hidup Rp 200 ribu bagi pemegang kartu perlindungan sosial.

Adapun PKH besaran bantuan ditambah dari Rp 1,4 juta menjadi Rp 1,8 juta sesuai komposisi keluarga dengan bantuan per tiga bulan berkisar antara Rp 500 ribu – Rp2,8 juta. Total penerima 2,4 juta RTS sangat miskin.( Akhmad Mustain)

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, rapat koodinasi nasional (Rakornas) Partai Demokrat kali ini sebagai ajang kebangkitan pasca kongres luar biasa (KLB) yang digelar di Bali beberapa waktu lalu.

"Rakornas Partai Demokrat kali ini adalah sebagai ajang pembenahan diri. Ada kata-kata bijak, semoga Tuhan, memberikan ini kepada kita, 'Habis gelap, terbitlah terang'. Hari ini, harus kita maknai sebagai hari kebangkitan partai demokrat," kata SBY, dalam pembukaan Rakornas Partai Demokrat, di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (29/6/2013).

Dalam kesempatan itu SBY meminta agar seluruh kader Partai Demokrat lebih fokus untuk menjalankan tugasnya dan tetap berkara untuk kepentingan rakyat. "Saya berharap, organisasi kita berjalan dengan benar. Saya menyerahkan waktu dan pikiran, untuk rakyat, dan partai kita menyongsong ke depan," kata SBY.

Meski disibukan dengan urusan partai, namun SBY juga berjanji akan tetap mengutamakan tugasnya sebagai presiden RI.

"Meskipun saya tengah memimpin partai ini, sampai Pemilu nanti. Saya sudah tidak menjadi ketua wanbin, karena sudah bapak AA Mangindaan. Saya juga, tidak menjadi ketua wanhor, sudah ada bapak Amir Syamsuddin. Di DPP juga sudah ada ketua harian," tandasnya.[bay].[ian/mtv]