Rp 2 Miliar, Elsya Putri 'Wanitanya' Ahmad Fathanah. Setor atau Disetor ?
Penulis :
1092    0

MAKASSAR, RIMANEWS -- Elsya Putri Adiyanti masuk daftar 45 perempuan yang kebagian uang Ahmad Fathanah. Akan tetapi, mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin (Unhas) membantah. Ia mengaku tidak pernah menerima transferan Fathanah, tersangka dugaan suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Saat jumpa pers di Warung Kopi Daeng Sija, Jalan Bulevard Makassar, Kamis (23/5), Elsya justru mengaku mengirim uang ke Fathanah sebesar Rp 2 miliar.

" Yang benar saya mengirim  uang menggunakan rekening anak saya di Mandiri ke Fathanah tertanggal 14 Juni 2012 sebanyak Rp 2 miliar. Uang itu saya kirim dua kali, masing-masing Rp 1 miliar pada hari yang sama," ungkap Mulyadi yang mendamping Elsya saat jumpa pers.

Mulyadi adalah ayah Elsya. Ia merupakan salah satu tim sukses pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (IA) pada Pilgub Sulsel Januari 2013 lalu. Pengusaha tambang di Sulawesi Tenggara ini mengakui  mengirim uang itu sebagai uang tambahan dana kampanye Pilgub Sulsel.

Elsya disebut menerima dana Rp 2 miliar dari Fathanah. Selain Elsya ada dua nama lain di Makassar yang disebut menerima dana Fatanah yaitu Amel Fadly diduga adik Fathanah sebanyak Rp1,271 miliar dan Erna.

Berdasarkan data yang beredar, ada transaksi di rekening Ahmad Fathanah terkait pihak luar. Ada 45 nama yang disebut. Tetapi PPATK menyangkal data itu bersumber dari institusinya. "PPATK tidak pernah melansir. Bahkan kami tidak pernah melansir perempuan atau laki-laki yang diduga menerima," ujar Wakil Ketua PPATK Agus Santoso.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencurigai uang-uang yang dialirkan ke banyak wanita itu, berasal dari tindak pidana yang dilakukan Fathanah. Juru bicara KPK Johan Budi, mengatakan, akan mengusut tuntas aliran dana Fathanah ke berbagai pihak, termasuk yang mengalir ke daerah asalnya yaitu Makassar.

" Kami akan mengusut tuntas aliran dana Fathanah yang mengalir ke banyak pihak. Saat ini kami masih mengumpulkan bukti dan saksi untu melengkapi data penyidikan," ujarnya.

[ mrbin / jpnn ]