Walah, Banyak Makam Fiktif di Malang
Penulis :
1214    0

RIMANEWS-Urusan pemakaman ternyata menjadi persoalan yang cukup rumit di Kota Malang. Selain tingginya biaya pemakaman, ternyata di kota ini juga banyak terdapat makam fiktif. Parahnya, makam awu-awu ini ada di semua TPU (tempat pemakaman umum) milik Pemkot Malang. Disebut makam fiktif karena bentuknya seperti sebuah makam, yakni ada nisan di atas lahan tersebut. Hanya saja, di dalam makam tersebut tak ada jenazahnya.

Salah satu penggali kubur di TPU Samaan, Andika, mengajak ke tengah makam terbesar di Kota Malang itu.

Nah, di tengah makam tersebut tiba-tiba Andika menunjuk dua kuburan yang sudah ada nisannya. Namun di makam itu sama sekali tidak ada gundukan tanah, berbeda dengan makam-makam lainnya. "Ini tidak ada jenazahnya," kata Andika sambil menunjuk dua makam itu.

Tanah itu lah yang ditawarkan Andika kepada wartawan yang saat itu berpura-pura mencari lahan makam untuk kerabat. Saat itu lah Andika menunjuk makam fiktif buatannya. Di salah satu makam fiktif ada nisan bertuliskan nama Suliati, sedangkan di nisan satunya sudah tidak terlihat jelas namanya.

Dengan peluh keringat yang masih membasahi wajahnya, Andika menjelaskan kalau lahan makam tersebut sengaja dia kasih nisan. Hal itu dilakukannya agar lahan tidak diserobot tukang gali makam lainnya. "Kalau tidak begini (dibuat makam fiktif), biasanya diambil orang. Kalau begini kan enak, ada orang cari makam langsung saya tunjukkan tempatnya," paparnya.

Andika menandai lahan makam itu dengan nisan karena dia merasa yang paling berhak atas lahan tersebut. Karena setiap harinya Andika selalu membersihkan kuburan yang berada di sekitar dua makam fiktif itu. "Ini, ini, dan itu, saya semua yang membersihkan. Ahli warisnya yang menyuruh, jadi saya tandai biar sekalian jadi satu," jelas dia sambil menunjuk sejumlah makam.

Andika mengaku dalam setiap membersihkan makam dia mendapatkan uang Rp 30 ribu setiap bulannya. Bagi Andika, membuat makam fiktif bagi penggali kubur di Samaan adalah sebuah keharusan dan kelaziman.

Dia menjelaskan, di TPU Samaan terdapat sekitar 15 kelompok yang bekerja sebagai penyedia gali kubur. Nyaris semua kelompok membuat makam fiktif untuk mengapling lahan. "Ya beginilah kondisinya, namanya saja cari kerja dan uang," sambung dia.

Setelah menunjukan makam fiktif itu, sejurus kemudian Andika menawari makam fiktif itu kepada Radar Malang sebesar Rp 1 juta. Saat ditawar Rp 500 ribu, pria berkulit sawo matang dengan perawakan kurus tersebut menolak. "Kalau Rp 800 ribu tidak apa-apa, langsung saya galikan," katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, makam fiktif terdapat di sembilan TPU milik pemkot. Yakni TPU Sukun Nasrani, Samaan, Kasin, Sukun Gang VII, Mergosono, Mergan, Gading, Ngujil, dan Sukorejo.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Malang Wasto mengatakan, pihakya belum mengetahui adanya makam fiktif. "Karena juru kunci sering diganti, dia tidak hafal petak makam mana yang sudah dipakai dan yang belum," kata Wasto.[ach/jpn]