Ormas: SBY tak layak terima penghargaan negarawan dari ACF
Penulis :
1140    0

RIMANEWS -- Di depan kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2013) sore, digelar aksi damai puluhan massa yang merupakan Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama, Berkeyakinan dan Beribadah.

Mereka berasal dari perwakilan Ahmadiyah, Syiah, GKI Yasmin, HKBP Filadelfia, penganut kepercayaan Sunda Wiwitan serta didampingi oleh Wahid Institute, LBH Jakarta, KontraS, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia, Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI), Human Rights Working Group (HRWG) dan Indonesian Legal Reseach Center (ILRC).

Maksud kedatangan mereka, mendesak Wantimpres memberikan pertimbangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk tidak menerima penghargaan negarawan dunia 2013 atau 'World Statesman Award' dari organisasi yang mempromosikan perdamaian, demokrasi, toleransi, dan dialog antar kepercayaan yang berbasis di New York, Amerika Serikat, Appeal of Conscience Foundation (ACF).

Kedatangan mereka pun diterima oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hukum dan HAM Albert Hasibuan. Tiap perwakilan pun menyampaikan aspirasinya ke anggota Wantimpres tersebut.

Puluhan massa yang merupakan Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama, Berkeyakinan dan Beribadah menilai, Presiden SBY belum layak menerima penghargaan tersebut. Sebab, kasus intoleransi antar agama terus terjadi di tanah air.

"Kami yakin SBY, sebagai Presiden Republik Indonesia tak layak dapat penghargaan ini, sebab kegagalannya melindungi minoritas dari kekerasan dan aksi-aksi intoleransi yang berulang-ulang," ujar Direktur Eksekutif KontraS, Haris Azhar di kantor Wantimpres, jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2013).

Seperti diketahui, Perhargaan tersebut rencananya akan diberikan disela-sela kunjungan kerja Presiden SBY ke New York, AS, pada akhir Mei ini, dalam rangka penyerahan hasil panel tingkat tinggi program pembangunan pasca MDG's 2015 di Markas PBB. (Wrh/sindo)