Permainan Kotor Politikus PKS soal Daging Impor Terbongkar, Mantan Presiden PKS Pertemukan Mentan Suswono dan Maria di Kamar
Penulis :
993    0

JAKARTA - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq disebut menyanggupi untuk membantu PT Indoguna Utama dalam mengurus permohonan tambahan kuota impor daging sapi yang diajukan perusahaan tersebut ke Kementerian Pertanian. Luthfi juga disebut mengupayakan untuk mempertemukan Direktur PT Indoguna Utama Maria Elisabeth Liman dengan Menteri Pertanian Suswono yang merupakan kader PKS.

“Luthfi menyanggupi dan mengupayakan untuk mempertemukan Maria dengan Suswono selaku Menteri Pertanian yang merupakan kader PKS, bertepatan dengan Safari Dakwa PKS di Medan,” kata jaksa M Roem membacakan surat dakwaan dua direktur PT Indoguna Utama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (24/4/2013).

Dua Direktur PT Indoguna tersebut, yakni Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi didakwa memberikan uang atau janji kepada Luthfi yang saat itu menjadi Presiden PKS sekaligus anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat, terkait pengurusan tambahan kuota impor daging sapi.

Menurut surat dakwaan, Luthfi mempertemukan Maria dengan Suswono di kamarnya, yaitu kamar 9006 Hotel Arya Duta Medan pada 11 Januari 2013. Hadir pula dalam pertemuan tersebut, orang dekat Luthfi, Ahmad Fathanah,  dan Soewarso yang merupakan orang dekat Suswono.

Dalam pertemuan tersebut, menurut dakwaan, Luthfi memperkenalkan Maria kepada Suswono. “Selanjutnya, Maria melakukan presentasi tentang perlunya penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013 serta menyampaikan data-data tentang kebutuhan ril daging sapi adanya praktek jual beli surat persetujuan impor daging sapi yang dilakukan oleh beberapa perusahaan sehingga harga daging sapi jadi tinggi,” tutur jaksa Roem.

Sebelum pertemuan, Luthfi telah mengarahkan Maria agar membawa data-data guna meyakinkan Suswono bahwa kebijakan swasembada daging akan mengancam ketahanan pangan nasional sehingga perlu penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013. Sebelumnya juga disepakati komitmen fee Rp 40 miliar untuk Luthfi jika permohonan tambahan kuota impor daging sebanyak 8000 ton disetujui Kementan.

Namun dalam pertemuan itu, menurut dakwaan, Mentan Suswono menanggapinya dengan mengatakan bahwa data yang disampaikan Maria tentang kebutuhan ril daging sapi itu tidak valid dan harus dikaji lebih jauh.

"Serta meminta Maria untuk menyerahkan daftar perusahaan-perusahaan yang melakukan praktek jual-beli surat persetujuan impor daging sapi," tambah jaksa Roem.

Setelah pertemuan di Medan tersebut, menurut dakwaan, Kementan tidak juga menyetujui permohonan tambahan kuota impor daging sapi PT Indoguna Utama. Sekitar akhir Januari, Luthfi pun meminta Sekretaris Mentan Baran Wirawan untuk menemuinya di kantor DPP PKS di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan di DPP itu, kata jaksa, Luthfi meminta Baran menyampaikan kepada Suswono agar peka terhadap isu yang berkembang di masyarakat mengenai harga daging sapi yang mahal dan mengenai beredarnya daging celeng.[kmps]