Ancaman Israel Terhadap Iran Omong Kosong
Penulis :
1393    0

RIMANEWS - Wakil Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, Letjen Said Masoud Jazayeri mengatakan, "Ancaman terbaru rezim Zionis Israel hanya omong kosong belaka. Amerika Serikat mengetahui dengan baik dalamnya strategi Republik Islam yang membentang bahkan hingga perbatasan Amerika Serikat."

Letjen Jazayeri dalam wawancaranya dengan Alalam (16/4) mengatakan, "Ancaman seperti ini hanya omong kosong dan lebih mirip lelucon." Ditambahkannya, "Para pengamat militer mengetahui bahwa kami (Iran) di sektor pertahanan dan militer, berada di titik yang tidak perlu lagi memberikan reaksi (verbal) terhadap [ancaman] rezim penjajah Zionis."

"Menurut kami rezim Zionis, seperti seorang anak kecil yang gila dan selalu gusar. Kemana pun dia pergi akan selalu menebar pertengkaran padahal tidak memiliki kemampuan apapun," katanya.

Dijelaskan Jazayeri, "Berkat pertolongan Allah Swt dan kerja keras bangsa dan dukungan dunia Islam, kesiapan pertahanan Republik Islam jauh lebih tinggi dibanding rezim Zionis dan kami menyikapi reaksi [ancaman] seperti ini sebagai bagian dari perang lunak dan urat syaraf untuk konsumsi dalam negeri Israel."

Pejabat tinggi militer Iran ini menilai ancaman-ancaman itu bersumber dari watak teroris rezim Zionis Israel, dan mengatakan, "Sekarang, Republik Islam Iran sedang menghadapi ancaman akan tetapi sangat disayangkan sekali masyarakat internasional tidak mereaksinya; masalah ini tidak baik untuk masyarakat dunia dan harus ditindak."

Jazayeri menjelaskan, "Sayangnya, dunia dewasa ini terjebak oleh rezim-rezim imperialis dan despotik khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel yang mengacaukan dunia… sejarah rezim Zionis penuh dengan pertumpahan darah dan kejahatan; rezim ini sebelumnya telah menyerang Lebanon akan tetapi dikalahkan oleh gerakan muqawama Hizbullah… setelah itu menyerang Jalur Gaza akan tetapi kembali dikalahkan secara memalukan."

Menjawab pertanyaan tentang keterkaitan ancaman rezim Zionis dan kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke kawasan, Jazayeri menegaskan, "Amerika Serikat lebih tahu dibanding Israel tentang sebesar apa kesiapan Republik Islam Iran untuk menjaga perbatasan teritorial dan semangat Revolusi Islam, oleh karena itu kecil sekali kemungkinan realisasi ide dan anggapan seperti ini (serangan ke Iran), karena mereka sedikit banyak tahu dampak destruktif dari balasan Republik Islam."

Jazayeri menegaskan, "Mereka mengetahui bahwa sebagaian besar kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya telah dikepung oleh Iran dan Amerika Serikat mengetahui betapa dalamnya strategi Republik Islam yang membentang hingga perbatasan Amerika Serikat. Oleh karena itu, seperti yang telah saya katakan, sikap-sikap seperti ini lebih bersifat lelucon dan propaganda untuk konsumsi media dan dalam negeri."[irb/ian]