Dampak Negatif Budaya Asing
Penulis :
Penyunting :
1695    0

Oleh: Irfan Sona*

Budaya di Indonesia saat ini benar-benar sudah dikuasai oleh budaya asing. Kebudayaan barat ini seolah-olah lahir dari bangsa Indonesia sendiri. Padahal, budaya ini adalah sebuah kebudayaan yang dianut atau diadopsi dari negara barat. Tapi mengapa bangsa Indonesia hanya memandang semua ini dengan sebelah mata. Kita tidak pernah mau berpikir apa dampak yang akan terjadi pada kita jika budaya ini terus dilestarikan. Suatu kebudayaan yang salah, yang sudah berhasil mengotak-atikkan kehidupan para masyarakat Indonesia khususnya kaum muda. Masyarakat yang paling cepat terkontaminasi dengan kebudayaan ini adalah kaum muda. Kenapa hal itu bisa terjadi, apakah mereka tidak mengetahui dampak dari budaya itu.

Memang tidak semua budaya asing itu berdampak negatif, akan tetapi akibat  yang paling besar dari semua itu adalah dari segi negatifnya. Yang  lebih parahnya lagi, para pemuda yang sering tertular akan budaya yang salah ini adalah kaum muslim. Mereka seolah-olah menganggap membuka aurat itu adalah hal yang tidak dilarang dalam agama. Kita perhatikan dikalangan umat muslim, khusnya para remaja. Mereka sudah tidak malu lagi menelanjangkan tubuh mereka didepan publik. Yang lebih parahnya lagi, hal ini terjadi pada kaum wanita. Betapa dahsatnya dampak negatif dari budaya ini, dia bisa membuat orang lupa diri dan lupa akan tuhannya.

Kuatnya arus werternisasi benar-benar telah membuat bangsa Indonesia kehilangan sebagian dari keindahan negaranya. Baik dari alam maupun akhlak masyarakatnya. Sebut saja kaum muda, kaum muda adalah kelompok yang paling cepat terkontaminasi dengan penghidupan asing. Banyaknya beredar film-film barat yang mayoritas memiliki unsur seks telah mempengaruhi pemuda Indonesia. Suatu wabah yang amat berbahaya bagi bangsa tercinta ini.

Yang paling memprihatinkan adalah keberadaan pemuda-pemuda Islam di Indonesia sudah tidak lagi berprilaku layaknya seorang muslim. Mereka tidak malu melakukan aksi yang diluar syariat Islam. Misalnya, mereka tidak takut untuk bertelanjang dada didepan publik. Mereka tidak lagi malu untuk berciuman dengan lawan jenisnya di tempat umum. Ini hanya contoh kecil yang terjadi akibat budaya asing.

Rasyid Ridho seorang tokoh besar Islam pernah melontarkan pernyataannya akan dampak negatif dari mewesternisasikan dirinya dengan budaya asing. Ia menyalahkan mereka karena secara buta meniru barat, sehingga menempatkan mereka pada sebuah peran yangsub-servient (bersikap tunduk) kepada prilaku barat oleh karena mereka tidak memiliki pengalaman atau pertimbangan Independent atau benar-benar memahami apa yang mereka lakukan. Mereka sudah terpesona dengan aspek-aspek superficial peradaban barat dan tidak memandang secara lebih serius capaian-capaian dalam kehidupan mereka. Ridho menyalahkan mereka karena mereka tidak bisa menyadari konsekuensi-konsekuensi yang akan mereka dapatkan dengan meniru peradaban yang salah itu.

Dalam keadaan seperti ini, ternyata bangsa kita tidak mau ambil tindakan. Mereka hanya membiarkan dan memandang itu sebelah mata. Bagi mereka itu hal yang biasa, wajar saja kalau kaum muda mengikuti pola perilaku yang seperti itu. Zaman sudah berubah, kita tidak tinggal dizaman purba. Akan tetapi kita hidup dimasa modern, jadi wajar saja kalau mereka berprilaku seperti itu. Sungguh sebuah sikap yang perlu diluruskan, wajar saja kalau kaum muda berprilaku seperti itu. Sebab, golongan tua juga beranggapan kalau budaya asing itu merupakan hal yang biasa. Hal ini terjadi karena lemahnya pemahaman masyarakat akan Islam. Islam sudah tidak lagi menjadi ajaran utama yang harus dipelajari akan tetapi cukup dipajang dipojok-pojok kehidupan. Pengaruh budaya ini tidak hanya terjadi bagi kaum muslim, akan tetapi bagi seluruh bangsa Indonesia. Bangsa kita sudah kehilangan nilai budaya luhurnya dan sudah banyak menganut sistem budaya asing. Kenapa pengaruh budaya barat ini lebih cepat berkembang, hal ini karena masyarakat indonesia menggap hal itu adalah sebuah modernisasi bukan westernisasi.

Kesalahpahaman akan makna modernisasi juga menjadi pengaruh besar terhadap kelangsungan budaya Indonesia. Banyak kalangan yang membalikan pengertian modernisasi dan werternisasi. Bagi sebagian masyarakat menilai bahwa modernisasi itu adalah sikap dan perbuatan yang muncul karena pengaruh dari barat. Sehingga mereka tidak memahami apa itu westernisasi. Ketidaktahuan inilah yan telah merusak paradigma bangsa Indonesia. Anehnya lagi, mereka terus asyik berada dalam kesalahpahaman itu dan tidak mau mencari tahu kebenarannya.

Secara keseluruhan, semua pandangan diatas menampakan kesadaran sophisticated tentang perbedaan modernisasi dan westernisasi. Sebab, menurut masyarakat Indonesia, budaya asing itu adalah sebuah sikap modern yang perlu ditiru. Lalu langkah apa yang bisa kita ambil untuk membebaskan bangsa kita dari budaya asing tersebut. Apakah kita hanya tinggal diam, dan terus menerus terpaku pada budaya yang sudah merusak masyarakat kita itu. Untuk menangkal semua perilaku masyarakat kita yang sudah terkena dampak negatif dari budaya asing adalah kita harus menanamkan pengajaran kepada mereka akan nilai-nilai luhur budaya bangasa kita sendiri. Seperti yang kita ketahui, masih banyak budaya kita yang harus kita lestarikan, harus kita wariskan kepada anak cucu kita. Selain itu, pelajaran disekolah tentunya juga bisa menjadi jalan untuk kita supaya mereka bisa membuka mata mereka bahwa sesungguhnya perilaku mereka itu salah. Dengan memasukan pelajaran tentang kebudayaan di sekolah- sekolah diharapkan mampu memberi pengaruh positif bagi masyarakat khususnya para remaja.

Kemudian, kita juga harus mencerahkan pandangan mereka tentang apa itu modernisasi dan westernisasi. Sehingga pemahaman mereka tidak terjadi kesalahan, sebab kita tahu sendiri dampak dari westernisasi itu. Dengan pemahaman mereka yang benar nantinya, diharapkan bisa merubah citra pandang mereka dari budaya asing dan mau mengembangkan budaya asli bangsanya. Sehingga, negara kita benar-benar terlepas dari keterpurukan yang disebabkan oleh budaya bangsa barat. Yang perlu kita ingat bahwa modernisasi tidak sama dengan westernisasi. Modernisasi itu mengandung nilai-nilai ilmu pengetahuan, teknologi, demokrasi, independensi egalitarialisme, persatuan dan keadilan sambil mempertahankan nilai-nilai dan dasar moral asli suatu bangsa, baik itu nilai Islam maupun nilai kebudayaan suatu bangsa. 

*Direktur Lembaga Kajian Ilmu Dan Budaya IAIN Walisongo Semarang

 

 

 

 

 

 

a