Politikus PKS Diperiksa KPK Terkait Kasus Pencucian Uang Korupsi
Penulis :
Penyunting :
1083    0

Dokumentasi Rima

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini dalam kasus pencucian uang terkait kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian.

Anggota Komisi VIII DPR ini diperiksa untuk tersangka Ahmad Fathanah.

''Saya dimintai keterangan tentang saudara Ahmad, tidak tahun pertanyaannya apa, tapi dugaan saya akan ditanya seputar tentang jual beli mobil. Karena tahun lalu saya jual mobil Toyota Land Cruiser Prado yang beli Ahmad,'' kata Jazuli yang tiba di Gedung KPK, Kamis (21/3).

Dia membantah pemeriksaan terkait suap impor daging sapi. Dia mengaku tidak tahu menahu soal soal impor daging. Dalam kasus pencucian uang, KPK KPK menjerat Ahmad Fathanah Pasal 3, Pasal 4, atau Pasal 5, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Selain Toyota Prado, KPK juga menyita Toyota Alphard dengan nomor polisi B 53 FTI, Mercedes Benz  C200 dengan nomor polisi B 8749 BS, dan FJ Cruiser dengan nomor polisi B 1330 SZZ milik Ahmad.

Ahmad Fathonah diketahui merupakan orang dekat Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Sebelumnya, mereka dijerat dengan Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan dalam kasus yang sama, KPK juga menjerat dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi. Mereka diduga memberikan uang kepada Luthi melalui Fathonah sebesar Rp 1 miliar terkait kuoto impor sapi.

Atas perbuatannya, Juard dan Arya diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 UU Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.[ian/SM]