Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Banjarbaru, Kalimantan Selatan mengimbau masyarakat setempat waspada terhadap hujan ekstrem.

"Waspada hujan ekstrem yakni hujan lebat disertai tiupan angin kencang dan petir yang menyambar diikuti suara menggelegar," ujar Kepala BMKG Staklim Banjarbaru, Purwanto, Selasa.

Ia mengatakan, intensitas curah hujan yang masuk kategori hujan ekstrem cukup tinggi yakni lebih dari 20 milimeter dalam waktu satu jam sehingga berpotensi menimbulkan banjir maupun genangan air.

Menurut dia, kondisi hujan ekstrem diperkirakan masih berlangsung selama dua hingga tiga hari ke depan dan terus berlangsung hingga memasuki masa peralihan musim hujan ke musim kemarau pada bulan Mei.

"Jadi selama dua hingga tiga hari ke depan hujan ekstrem diperkirakan berlangsung dan hujan disertai angin kencang juga masih terjadi selama bulan Maret, April hingga musim kemarau pada bulan Mei," ungkapnya.

Dijelaskan, salah satu penyebab terjadinya hujan ekstrem adalah terjadinya siklon tropis di bagian utara Australia sehingga curah hujan meningkat disertai tiupan angin kencang.

Di sisi lain, kata dia, pembentukan awan hujan di atas wilayah Kalsel cukup banyak sehingga potensi hujan turun tinggi disertai tiupan angin kencang atau puting beliung sewaktu-waktu bisa muncul.

"Tiupan angin kencang atau puting beliung juga patut diwaspadai karena cuaca yang terang di pagi maupun siang hari bisa berubah gelap diikuti munculnya puting beliung yang biasanya sore hari," ungkapnya.

Ditambahkan, ancaman lain yang muncul akibat tingginya curah hujan adalah banjir dan genangan air yang bisa terjadi terutama di daerah dataran rendah maupun bagian hilir sungai.

"Daerah dataran rendah terutama di bagian hilir sungai berpotensi banjir meski pun curah hujan di kawasan itu rendah karena hujan lebat bisa terjadi di hulu sungai dan airnya turun ke dataran rendah," katanya.[ian/ant]