Beginikah Cara Chairul Tanjung jadi Orang Terkaya di Indonesia?
Penulis :
3180    0

Guyonan istri saya ketika mendengar cerita tagihan kartu kredit Bank Mega adalah mungkin itu salah satu cara Chairul Tanjung masuk daftar jadi orang terkaya dunia. Menurut majalah Forbes pada tahun 2013, pengusaha media yang sukses melalui CT Corporation ini memiliki kekayaan 3,4 miliar dollar AS berada pada urutan 395. Sebelumnya, CT juga berada di urutan 634 di daftar orang terkaya versi Forbes di 2012. Di Indonesia kekayaan CT menurut Forbes hanya kalah oleh R Budi Hartono (pemilik BCA dan Djarum) dan saudaranya Michael Hartono. Serta sebanding dengan Sri Pakash Lohia (Indorama Venture). http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/03/05/13441044/Ini.25.Orang.Terkaya.di.Indonesia

Dulu saya hanya punya satu kartu kredit jenis Visa dari BCA yang kala itu bekerjasama dengan Carrefour. Setelah Carrefour masuk bagian kerajaan bisnis CT otomatis dan sudah jamak kerjsama dengan BCA tersebut dilepas. Carrefour digandengan dengan bank milik CT, Bank Mega. Saya pun ‘otomatis’ jadi pemegang kartu kredit Bank Mega tersebut. Saya tidak memiliki rekening Bank Mega, termasuk kartu ATM-nya. Karena merasa nyaman dengan BCA, saya membuat baru kartu kredit BCA. Jadilah sekitar setahun berjalan ini saya menggunakan dua kartu kredit.

Dalam keseharian saya lebih sering menggunakan BCA ketimbang Bank Mega. Jika tagihan BCA pada kisaran jutaan rupiah maka di Bank Mega hanya kisaran ratusan ribu rupiah. Jika saya mengangsur tagihan di BCA maka di Bank Mega saya sering membayar penuh tagihan tersebut. Untuk pembayaran kedua kartu kredit itu saya lakukan melaui ATM BCA. Tidak pernah sekalipun saya lakukan via teller.

Saya paham ada biaya tambahan jika pembayaran kartu kredit Bank Mega melalui ATM BCA. Tapi saya sama sekali tidak paham ada istilah Dunning Fee Rp 50.000,-. Ini muncul disetiap kertas lembar rincian kartu kredit Bank Mega. Hal sama tak saya temukan di BCA. Keanehan terjadi adalah, tiap kali saya lihat ada tagihan Bank Mega, misal Rp 125.756 maka saya akan bayar 150.000. Artinya saya akan lebihkan sedikit sebagai saving untuk bulan berikutnya. Pembayaran pun saya lakukan jauh-jauh hari sebelum jatuh tempo (tiap tanggal 21), sehingga tidak ada bunga (interest) yang jadi beban.

Bulan berikutnya, menurut logika saya tidak ada tagihan lagi. Ehh ternyata selain payment fee via BCA (Rp 7.500) juga muncul dunning fee (Rp 50rb) tersebut. Maka saya punya tagihan sebesar Rp 150 rb - Rp 125.756 = Rp 24.244 - Rp 57.500 = Rp 33.256. Jika bulan berikutnya saya bayar Rp 50rb. Saya MASIH PUNYA TAGIHAN juga, karena faktor DUNNING FEE !!!

Dunning Fee adalah biaya yang benar-benar tidak terduga dan tidak dijelaskan diawal ketika saya membuat kartu kredit. Dunning Fee Bank Mega adalah denda keterlambatan pembayaran tagihan yang dikenakan Bank Mega ketika kita terlambat membayar tagihan kartu kreditnya. Awalnya saya bingung karena saya membayar tagihan sebelum jatuh tempo tapi koq tetap kena Dunning Fee. Setelah saya croscek ternyata saya tetap dianggap melakukan pembayaran terlambat karena saya melakukan pembayaran Bank Mega mengguakan ATM BCA dan pembayaran antar Bank inilah ( Rp 7.500) yang membuat keterlambatan ini terjadi.

Saya pikir ini sama-sekali tidak fair bagi seorang nasabah mengingat saya tidak pernah dibebankan dengan tagihan/denda yang seperti ini sebelumnya. Biasanya kalau ada payment fee, biaya administrasi atau materai akan ditagihkan setelah terdapat transaksi baru atau sebelum jatuh tempo pada bulan berikutnya.

Dunning fee ini menjadi menarik karena di Bank Mega sendiri ada sekitar 1,6juta penggunka kartu kredit Bank Mega. http://finance.detik.com/read/2012/12/13/115810/2117379/5/bank-mega-luncurkan-kartu-kredit-metro-mega-card Katakanlah 50% dari mereka harus membayar tagihannya lewat ATM bank lain maka Dunning Fee secara OTOMATIS akan muncul. Kita hitung 800.000 nasabah terkena Dunning Fee setiap bulan maka nilainya Dunning Fee yang berhasil dikumpulkan Bank Mega adalah sebesar Rp 40.000.000.000,- alias empat puluh milyar rupiah!!!

Maka benarkah guyonan istri saya bahwa inikah salah satu cara Chairul Tanjung menjadi orang terkaya? (Yusak Sun/Kompasiana/KCM)