30 Prajurit TNI Diperiksa soal Tragedi OKU
Penulis :
1889    0

RIMANEWS - 30 anggota TNI dari Batalyon Artileri Medan 15/Kodam II Sriwijaya menjadi terperiksa Detasemen Polisi Militer terkait kasus penyerangan dan pembakaran Markas Polisi Resort Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Kamis (7/3).

"Denpom Sriwijaya saat ini sedang diadakan penelusuran tahap awal dan informsi terakhir ada 30 personel diperiksa, tetapi tidak menutup kemungkinan bisa bertambah atau berkurang karena sekarang masih proses pemeriksaan," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius di Jakarta, Senin (11/3).

Semua proses hukum dilakukan oleh TNI, saat ini pimpinan Polri dan TNI serta kesatuan Angkatan Darat sudah berkoordinasi untuk membangun kembali Polres OKU, Polsek dan Pos Polisi (Pospol) yang terbakar, katanya.

Aksi penyerbuan dan pembakaran OKU yang dilakukan anggota Batalyon Artileri Medan (Armed) 15/Kodam II Sriwijaya pada Kamis pagi (7/3).

Saat kejadian empat anggota Polri mengalami luka tusuk, salah satu adalah Kapolsek Cidawang, Kota Martapura, Kompol Ridwan yang mengalami luka para.

"Awalnya anggota TNI datang untuk meminta penjelasan kepada Kapolres OKU terkait tewasnya anggota TNI oleh anggota Polri beberapa waktu lalu, mungkin kurang puas dengan penjelasan tersebut dan aksinya tidak terkendali," kata Suhardi.

Penjelasan tersebut terkait kasus penembakan oleh tersangka Brigadir Wijaya pada Pratu Hery karena kasus pelanggaran lalu lintas, katanya.[ian/B8]