Teori Kepribadian untuk Calon Konselor
Penulis :
1220    0

 

Dalam pergaulan sosial, kepribadian merupakan sesuatu yang amat esensial. Kepribadian akan mewarnai setiap interaksi antar manusia dan selalu mengundang ketertarikan banyak pihak. Begitu menariknya, kepribadian lalu diulas dalam berbagai buku, diseminarkan, dan diajarkan di sekolah maupun di bangku kuliah.

Dalam konteks akademis, kepribadian menjadi salah satu kajian tersendiri dalam bidang psikologi, yang lahir dari pemikiran para pakar. Lalu muncullah berbagai teori kepribadian. Kajian yang objeknya perilaku manusia ini akan menjawab pertanyaan apa, mengapa, dan bagaimana kepribadian itu terbentuk.

Buku yang terdiri dari sebelas bab ini memuat ragam pemikiran dan temuan para ahli sehingga melahirkan teori-teori kepribadian yang beragam pula. Keragaman tersebut biasanya dipengaruhi oleh aspek personal, kehidupan beragama, lingkungan sosial budaya, dan filsafat yang dianut masing-masing teori.

Kepribadian sering diartikan dengan ciri-ciri tertentu yang menonjol pada diri individu, yang menunjuk bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Dalam ilmu psikologi, kepribadian memiliki beberapa defenisi, di antaranya, Gordon  Allport menandaskan kepribadian sebagai sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang mencerminkan seluruh tingkah laku individu bersangkutan.

Sementara Sigmund Freud mamandang kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem, yakni id, ego, dan  super ego. Dan tingkah laku, menurut Freud, merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian itu.

Dalam terminologi Islam kepribadian dapat disebut akhlak. Begitu mulianya orang yang kepribadiannya baik atau berakhlak terpuji, hingga Tuhan pun mengutus Nabi Muhammad dengan misi menyempurnakan akhlak manusia. Hebatnya lagi semua agama, semua budaya, semua generasi memerlukan kepribadian yang baik.

Teori kepribadian sesungguhnya dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain, terdapat empat faktor utama yang berpengaruh langsung atas pembentukan teori kepribadian. Empat faktor tersebut adalah pengobatan klinis Eropa yang memungkinkan Freud mengembangkan psikoanalisanya yang unik dan berpengaruh besar bagi perkembangan psikologi modern.

Kedua, faktor psikometrik (pengukuran psikologi). Psikometrik  digunakan untuk mengukur fungsi-fungsi psikologis manusia seperti kecerdasan, bakat, minat, motif-motif dan trait-trait kepribadian. Ketiga, behaviorisme. Behaviorisme adalah salah satu aliran dalam psikologi, didirikan pada tahun 1913 oleh John B. Watson (1878-1958). Pengaruh behaviorisme dalam pembentukan teori kepribadian terletak pada upaya memandang dan meneliti tingkah laku secara objektif melalui eksperimen dan percobaan.

Keempat, psikologi gestalt. Psikologi gestalt adalah salah satu aliran psikologi yang didirikan pada tahun 1912 oleh Max Wertheimer (1880-1943) bersama-sama dengan Wolfgang Kohler (1887-1967) dan Kurt Koffka (1886-1941). Prinsip utama dari psikologi gestalt bahwa suatu gejala hanya bisa dimengerti sebagai suatu totalitas, apa adanya, tanpa ada campur tangan apapun dari pengamat.

Semua faktor yang mempengaruhi teori kepribadian di atas menjadi objek utama kajian buku ini. Kedua penulisnya berusaha memformulasi konsep-konsep atau rumusan-rumusan teoretis yang bisa menguraikan dan menerangkan relasi dari prinsip-prinsip yang diambil dan disatukannya.

Sebagai calon konselor--mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling-- sudah seharusnya menguasai tentang teori-teori kepribadian dari berbagai orientasi dan pendekatan. Dengan menguasai teori-teori kepribadian, diharapkan para konselor dapat bekerja lebih efektif dan efisien berdasaran cara-cara yang ilmiah.

Nah, kajian teoretis kepribadian dalam buku ini diharapkan dapat mengantarkan calon konselor untuk menguasai landasan keilmuan dalam menjalankan praktik konseling atau tugas-tugas profesionalnya.

___________________________________________

Judul Buku : Teori Kepribadian

Penulis : Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN, M.Pd. dan Prof. Dr. A.

Juntika Nurihsan, M.PD.

Penerbit : Remaja Rosdakarya, Bandung

Cetakan : Juni 2011

Tebal  : 249 halaman

Peresensi : Ahmad Fatoni, Penggiat Pusat Studi Islam dan Filsafat Universitas Muhammadiyah Malang