Orasi Politik Sunarti Ketua Umum DPP SBSI 1992
Penulis :
1645    0

Orasi Politik Sunarti Ketua Umum DPP SBSI 1992 Pada Acara Pembukaan Rakerda SBSI 1992 Prov. DKI Jakarta dan Prov. Banten (24/02/2013) di Gedung Juang '45 Jakarta

 Assalammualaikum Wr Wb

 Selamat pagi dan salam sejahtera kepada seluruh undangan dan peserta Rapat Kerja Daerah SBSI 1992 DKI Jakarta dan Banten Tahun 2013

 Hidup buruh, hidup buruh

 Yang saya hormati
 Sahabat juang pengurus dan pimpinan serikat pekerja/serikat buruh
 Sahabat juang jurnalis
 Sahabat juang dari partai politik
 Sahabat juang jajaran Pengurus DPD, DPC dan utusan PK SBSI 1992 yang saya banggakan dan saya cintai

 Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini dapat berlangsung Rakerda SBSI 1992 DKI Jakarta dan Banten Tahun 2013 yang merupakan ajang konsolidasi organisasi serta mengevaluasi berbagai hal tentang program kerja organisasi organisasi serta permasalahan buruh dewasa ini khususnya di DKI Jakarta dan Banten

 Sahabat juang dan hadirin yang saya banggakan,
 Sesungguhnya kita sangat bangga sebagai bangsa yang merdeka, bangsa yang berdaulat, bangsa yang besar dengan segala kelimpahan negeri yang kita cintai ini, walaupun kehidupan kaum buruh hingga kini, tak seindah syair kelimpahan negerinya
 Namun demikian, kita tetap tegar dan tak pernah lelah merebut kemerdekaan yang sesungguhnya sebagaimana cita-cita kemerdekaan Indonesia oleh para pendiri bangsa

 Saat era reformasi tahun 1998 tiba, sejuta harapan kaum buruh Indonesia kepada pemerintahan era reformasi untuk mendapatkan kehidupannya yang lebih layak dan manusiawi. Ternyata pemerintahan era reformasipun, menipu kaum buruh, dengan lahirnya sistem hubungan kerja alih daya (outsourcing) melalui UU Nomor 13 Tahun 2003, yang mencengkram kehidupan kaum buruh dan berlaku hingga saat ini. Dapat diibaratkan, lari dari mulut harimau masuk kemulut buaya, habis orba terbitlah outsourcing

 Bertahun-tahun demonstrasi kaum buruh menentang dan mendesak agar system tersebut dihapuskan, namun jawaban pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono tidak jauh berbeda dengan pendahulunya. Justru pembiaran, dan buruh bulan-bulanan ditangan mafia buruh outsourcing. Bahkan semakin jauh, aparat pemerintahan digantikan para preman berkedok organisasi massa, menghadang perjuangan para buruh atau serikat pekerja/serikat buruh. Buruh dan aktivis buruh dikriminalisasi. Kebijakan pemerintahan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono melalui Menakertrans RI, yakni Permenakertrans Nomor 19 Tahun 2012, saya tegaskan bukanlah jawaban, tetapi hanya mengganti judul peraturan, namun system outsourcing itu tetap saja berlangsung

 Sahabat juang sekalian
 Demikian juga tentang kepastian pelaksanaan UMP/UMSP atau UMK/UMSK khususnya di DKI Jakarta dan Banten. Saya mendesak Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Banten agar bertanggungjawab atas keputusannya sendiri. Jadilah pemimpin yang bertanggungjawab, bukan justru berlindung dibalik istilah perundngan bipartit. Karena yang terjadi sesungguhnya bukan perundingan tetapi penekanan kepada buruh dan pengurus serikat buruh oleh para pengusaha

 Melalui forum ini, SBSI 1992 mendesak Menakertrans RI agar segera mencabut Kepmenakertrans RI Nomor 231 Tahun 2003 tentang penangguhan upah minimum beserta Surat Edarannya. Karena maraknya permohonan penangguhan upah minimum adalah akibat dari kebijakan pemerintah sendiri

 Sahahat juang sekalian yang saya hormati
 Saat ini yang kita saksikan justru hiruk pihuk politik oleh para elite politik. Pemimpin pemerintahan lebih sibuk mengurusi persoalan internal partai, daripada menyikapi permasalahan kaum buruh
 Oleh karenanya saya mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan anggota SBSI 1992 agar tidak membiarkan proses politik bergulir tanpa kehadiran dan peran kaum buruh didalamnya. Tidak saatnya lagi kaum buruh menutup mata atau menjauhkan diri dari proses politik. Juga tidak saatnya lagi kaum buruh hanya pelengkap dan penyumbang suara bagi partai politik untuk meraih tiket kekuasaan. Tetapi kaum buruh harus mendapat peran yang memadai, lebih terdengar dan didengar

Sahabat juang sekalian yang berbahagia
 Melalui Rakerda SBSI 1992 DKI Jakarta dan Banten yang berlangsung hari ini, saya menyampaikan agar seluruh jajaran kepengurusan dan anggota SBSI 1992 untuk meningkatkan rasa solidaritas yang semakin tinggi, sebagai modal utama kekuatan organisasi. Saya juga meminta agar seluruh jajaran SBSI 1992 dapat menggalang kebersamaan perjuangan dengan serikat pekerja/serikat buruh lainnya diwilayah masing-masing. Perlawanan jangan pernah berhenti. Sekali menyerah, selamanya tertindas

Akhirnya saya mengucapkan terimakasih atas kebersamaan dari sahabat juang serikat pekerja/serikat buruh, jurnalis dan semua pihak yang menghadiri acara Pembukaan Rakerda SBSI 1992 DKI Jakarta dan Banten Tahun 2013 pada hari ini
 Kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota SBSI 1992 DKI Jakarta dan Banten saya ucapkan selamat melaksanakan Rakerda SBSI 1992 DKI Jakarta dan Banten Tahun 2013 semoga menghasilkan rumusan-rumusan yang terbaik bagi perjuangan hak kaum buruh khususnya di DKI Jakarta dan Banten

 Hidup Buruh…..Hidup Buruh
 Assalammualaikum Wr Wb
 Jakarta, 24 Februari 2013

 Sunarti
 Ketua Umum DPP SBSI 1992