Meniti Jalan Menuju Qur'an
Penulis :
1065    0

Al-Quran merupakan cahaya pengetahuan, pegangan hidup dan panduan bagi umat Islam. Karenanya, diperlukan sebuah metode yang benar untuk dapat memahami Al-Quran sehingga Kitab Suci yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, Muhammad Saw, itu tidak dipahami secara serampangan.

Kajian tentang Al-Qur’an memerlukan banyak ragam ilmu, yang disebut sebagai ‘ulumul Qur’an (Ilmu-ilmu Al-Qur’an). Mempelajari ilmu-ilmu tersebut sangatlah penting agar kita tidak terjatuh ke dalam kesalahan dan bahkan penyimpangan ketika berusaha memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Ini sangat penting teutama di zaman sekarang ini dimana pemahaman kebanyakan masyarakat muslim, bahkan yang biasa disebut sebagai kalangan terpelajar, terhadap agamanya sangatlah lemah. Bahkan dalam hal-hal yang sangat mendasar dan aksiomatik telah terjadi penjungkirbalikan pemahaman dari yang semestinya.

Ulumul Quran merupakan   terminologi   yang merujuk   sejumlah topik seputar Al-Quran —selain pula berfungsi sebagai alat  bantu   dalam   menafsirkan  dan   memahami   kandungannya dengan benar.

Dengan kata lain, Ulumul Quran adalah disiplin keilmuan seputar topik-topik yang mendeskripsikan hal-hal yang terkait dengan Al-Quran di antaranya, surah Makkiyyah dan surah Madaniyyah, kondisi turunnya ayat, seluk-beluk wahyu, metode pengumpulan Al-Quran, ayal muhkam dan mutasyabih, pembacaan [teks] yang sahih, mukjizat dan topik-topik lainnya.

Signifikansi kajian seputar Al-Quran dan Ulumul Quran guna merumuskan kesimpulan yang sahih darinya merupakan suatu keniscayaan. Sementara di sisi lain, khazanah iImu dan pengetahuan Qurani sangatlah mendalam. Karenanya, agar dapat menyelami kedalaman lubuk khasanahnya itu, selain fitrah yang bening dan hati yang jernih, diperlukan pula telaah dan penelitian.

Pengetahuan Qurani hanya dapat dirangkai melalui "tadabbur" (kontemplasi dan menalar), bukan Iewat prasangka dan sikap taklid buta yang tak berdasar. Upaya manusia memanfaatkan Al-Quran berhubungan dengan bobot kajian dan tingkat kecermatan, selain hati yang bening dan jernih. Semakin mendalam telaah yang dilakukan, semakin mendalam dan luas pula visi yang dimiliki. Hanya saja, tadabbur Al-Quran mustahil dilakukan tanpa menggunakan metode yang sahih. Karenanya, Ulumul Quran hadir sebagai disiplin ilmu yang merumuskan metode-metode yang dimaksud.

Buku berjudul “Ahsan Al-Hadist: Analisis Tekstual Umumul Quran” ini mencoba mengangkat berbagai masalah yang terkandung dalam Al-Quran dari berbagai dimensi. Baik dari segi mukjizat Al-Qur’an itu sendiri, majaz-majaz yang terkandung di dalamnya, keluarga, hubungan sosial, politik, hak asasi manusia, dan berbagai masalah lainnya. Selamat membaca!!!

__________________________________________

Judul Buku      : Ahsan Al-Hadits: Analisis Tektual Ulumul Qur’an

Penulis             : Habibullah Ahmadi

Penerbit           : Sadra Press, 2011

Halaman          : xiv + 206

ISBN                : 978-602-9261-21-9

Peresensi          : Fikriyah Rasyidi, Penikmat buku, tinggal di Ciputat