Skandal Suap PKS, Ada Wanita Sedang Bermesraan
Penulis :
5315    0

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap seorang wanita muda dalam operasinya, Selasa malam, 29 Januari 2013. Sumber di kalangan penyidik menyebutkan, wanita ini diduga sedang bermesraan dengan seorang pelaku suap di satu kamar hotel. "Mereka sedang berdua-duaan," ujarnya, Rabu, 31 Januari 2013.

Rani, mahasiswi Universitas Prof Dr Moestopo yang bernama lengkap Maharani, segera dibebaskan KPK.

Wanita berusia 19 tahun yang ikut diciduk petugas saat operasi tangkap tangan di Hotel Le Meridien, Jakarta Selasa malam (29/1), itu dibebaskan karena tidak berkaitan dengan perkara penyuapan impor daging.

Informasi pembebasan Rani dikatakan Jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo dalam keterangan pers di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu malam (30/1).

"Dari hasil pemeriksaan sementara, M tidak ada kaitannya dalam kasus ini," kata Johan Budi.

Berdasarkan standar operasional peraturan di KPK, setiap orang yang terbawa dalam operasi tangkap tangan harus ditentukan statusnya paling lambat dalam waktu 1X 24 jam. Nah, Maharani sendiri, lagi-lagi diterangkan Johan tak memiliki kaitan dalam kasus itu.

"Kita pulangkan," imbuh Johan.

Maharani diketahui tertangkap saat bersama sama dengan Ahmad Fathanah yang merupakan orang dekat Presiden PKS Luthfie Hasan di Hotel Le Meridien, Jakarta. Belum diketahui secara pasti apa hubungan Rani yang menggunakan rok mini dan baju dengan belahan dada terbuka saat digelandang ke KPK, kemarin malam, dengan Ahmad Fathanah.
Menurut sumber tersebut, wanita yang usianya diperkirakan 20 tahunan itu berasal dari sebuah universitas terkemuka di Jakarta Selatan. Keberadaannya disinyalir terkait dengan gratifikasi seks. "Masih didalami kemungkinan ke arah itu," kata sumber. 

KPK menetapkan LHI sebagai tersangka dalam kasus penyuapan terkait dengan impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sumber Tempo menyebutkan LHI diduga Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Selain LHI, yang juga anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, KPK menetapkan sejumlah tersangka lainnya.

Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, status para tersangka tersebut ditetapkan berdasarkan dua alat bukti. Alat bukti ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa malam, 29 Januari 2013.

Tersangka lainnya adalah AF (diduga Ahmad Fathoni), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama PT Indoguna Utama), dan AAE (salah seorang Direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawa uang itu ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI.

Luthfi Hasan Ishaaq belum dapat dimintai konfirmasi ihwal keterlibatannya. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid terkejut mendengar kabar ditetapkannya Luthfi sebagai tersangka. "Ini informasi resmi atau bukan?" ujar Hidayat. "Nanti kami mengklarifikasi kasus ini.

Hidayat, yang dihubungi di sela rapat pleno PKS di kantor Dewan Pimpinan Pusat, mengatakan, dalam rapat, tidak disinggung perihal beredarnya kabar Luthfi yang sebelumnya disebutkan terlibat dalam kasus itu. "Ini rapat rutin DPP setiap minggu," katanya.

Dari hasil operasi tangkap tangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan beberapa tersangka dalam kasus penyuapan terkait impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Salah satu tersangka berinisial LHI, yang diduga kuat adalah Luthfi Hasan Ishaaq, Presiden Partai keadilan Sejahtera dan anggota DPR RI.

Menurut juru bicara KPK Johan Budi, status para tersangka tersebut ditetapkan berdasarkan dua alat bukti. Alat bukti ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa malam, 29 Januari 2013.

Selain LHI, tersangka lainnya adalah AF (diduga Ahmad Fathonah), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama Indoguna) dan AAE (salah satu direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar pada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawa uang tersebut ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI.

Luthfi Hasan Ishaaq belum bisa dikonfirmasi mengenai tuduhan ini. Saat ditemui di kantor Dewan Pengurus Pusat PKS Rabu (30/1) siang, dia menolak berkomentar. "Saya masih ada pleno," kilah dia.

Pengacara Indoguna Utama, Panji Prasetyo, membenarkan ada dua direktur perusahaannya yang diringkus KPK. Namun dia belum mau menyebutkan nama dua direktur tersebut. "Keduanya laki-laki, biar KPK saja yang menjelaskan," jelasnya.

Sementara Ketua Fraksi DPS DPR RI, Hidayat Nur Wahid, terkejut mendengar kabar ditetapkannya seseorang berinisial LHI sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, yang diduga kuat sebagai Luthfi Hasan Ishaaq, yang dikenal sebagai Presiden PKS. "Ini informasi resmi atau bukan?" ujar Hidayat memastikan ketika dimintai konfirmasi, Rabu (30/1).

KPK menetapkan LHI sebagai tersangka dalam kasus penyuapan terkait dengan daging sapi di Kementerian Pertanian. Status tersangka ditetapkan berdasarkan dua alat bukti hasil operasi tangkap tangan pada Selasa (29/1) malam. Hidayat mengatakan pihaknya masih menunggu penyelesaian kasus ini. "Nanti kita akan mengklarifikasi kasus ini," paparnya.

Hidayat, yang dihubungi di sela rapat pleno PKS di Kantor DPP, mengatakan, dalam rapat tidak disinggung perihal beredarnya kabar Luthfi yang sebelumnya disebutkan terlibat dalam kasus itu. Dia juga mengatakan agar kasus ini segera dibuka untuk mencari kebenarannya.

Menurut Hidayat, rapat yang digelar merupakan rapat rutin DPP setiap minggu. "Rapat hanya membahas pemenangan Pemilu 2014 dan Presiden PKS pun ada di sini," kata Hidayat.

Adapun tersangka selain berinisial LHI, KPK menyebutkan tiga orang lainnya, yaitu AF (diduga Ahmad Fathonah), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama Indoguna), dan AAE (salah satu Direktur Indoguna). JE dan AE menyerahkan uang senilai Rp 1 miliar kepada AF di kantor Indoguna. Dari sana, AF membawa uang tersebut ke Hotel Le Meriddien sebelum diserahkan ke LHI.

Skandal Suap Seks
Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap seorang wanita muda dalam operasinya, Selasa malam, 29 Januari 2013. Sumber di kalangan penyidik menyebutkan, wanita ini diduga sedang bermesraan dengan seorang pelaku suap di satu kamar hotel. "Mereka sedang berdua-duaan," ujarnya, Rabu, 31 Januari 2013.

Menurut sumber tersebut, wanita yang usianya diperkirakan 20 tahunan itu berasal dari sebuah universitas terkemuka di Jakarta Selatan. Keberadaannya disinyalir terkait dengan gratifikasi seks. "Masih didalami kemungkinan ke arah itu," kata sumber.

KPK menetapkan LHI sebagai tersangka dalam kasus penyuapan terkait dengan impor daging sapi di Kementerian Pertanian. Sumber Tempo menyebutkan LHI diduga Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Selain LHI, yang juga anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat, KPK menetapkan sejumlah tersangka lainnya.

Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, status para tersangka tersebut ditetapkan berdasarkan dua alat bukti. Alat bukti ini merupakan hasil operasi tangkap tangan yang dilakukan pada Selasa malam, 29 Januari 2013.

Tersangka lainnya adalah AF (diduga Ahmad Fathoni), JE (diduga Juard Effendi, Direktur Utama PT Indoguna Utama), dan AAE (salah seorang Direktur Indoguna). JE dan AAE menyerahkan uang Rp 1 miliar kepada AF di kantor Indoguna di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Dari tempat tersebut, AF membawa uang itu ke hotel Le Meridien sebelum kemudian diserahkan kepada LHI.

Luthfi Hasan Ishaaq belum dapat dimintai konfirmasi ihwal keterlibatannya. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Hidayat Nur Wahid terkejut mendengar kabar ditetapkannya Luthfi sebagai tersangka. "Ini informasi resmi atau bukan?" ujar Hidayat. "Nanti kami mengklarifikasi kasus ini.

Hidayat, yang dihubungi di sela rapat pleno PKS di kantor Dewan Pimpinan Pusat, mengatakan, dalam rapat, tidak disinggung perihal beredarnya kabar Luthfi yang sebelumnya disebutkan terlibat dalam kasus itu. "Ini rapat rutin DPP setiap minggu," katanya.

Sementara Lutfi Hasan Ishaq belum mau berkomentar soal statusnya sebagai tersangka dalam kasus suap tersebut. "Saya belum mau komentar, saya pelajari dulu apa yang terjadi," kilah Presiden PKS mengelak.

Setelah KPK memastikan anggota DPR dari PKS Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka kasus suap impor daging sebesar Rp1 miliar, Presiden PKS itu dicegah alias dilarang ke luar negeri. "Semua tersangka sudah saya cegah," kata seorang petinggi KPK.

Luthfi, yang juga anggota Komisi Pertahanan DPR, dan Ahmad Fatoni diduga menerima suap Rp 1 miliar dari pengusaha importir daging berinisial AAE dan JE. Uang diserahkan oleh AAE dan JE kepada Fatoni pada Selasa malam di kantor PT Indoguna Utama. AAE dan JE adalah petinggi perusahaan itu. KPK pun menetapkan empat orang itu sebagai tersangka.

Juru bicara KPK, Johan Budi S.P. mengatakan penyidik menemukan dua alat bukti bahwa Fatoni menerima suap. "Kami juga menemukan dua alat bukti hubungan antara AF dan LHI," katanya dalam keterangan pers di Kantor KPK,Rabu (30/1) malam.[Tempo/Psn/tr]