Hatta Disebut-sebut Capres Potensial 2014
Penulis :
1159    0

JAKARTA– Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru-baru ini mengeluarkan daftar Calon Presiden (Capres) potensial 2014. Ada kemungkinan nama-nama yang muncul akan didukung oleh PKB di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 nanti. “Untuk Capres, kita (PKB) sudah menginventarisir nama. Yang menonjol antara lain Rhoma Irama, Mahfud MD, Ibu Ani dan Hatta Rajasa,” ungkap Muhaimin Iskandar, Ketua Umum DPP PKB, saat memimpin Rapat Kerja Pemenangan Pemilu 2014 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, baru-baru ini.

Munculnya nama Hatta dari kantong PKB sebenarnya tidak terlalu mengejutkan. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini memiliki kemampuan komunikasi yang baik, sehingga cenderung dapat diterima semua kalangan, termasuk kaum Nadliyin (pendukung tradisional PKB). Faktor Hatta—bisa dikatakan demikian—jugalah yang memutus stereotipe selama ini bahwa PAN dan PKB sulit berjalan bersama. Dari hasil pantauan, tiga bulan terakhir, setiap akhir pekan Hatta kerap berkunjung ke sejumlah pesantren Nadhatul Ulama (NU) di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di sana, selain bersilaturahmi dengan kiai, ulama dan santri, pria yang populer dengan konsep ekonomi Hattanomics ini juga berdiskusi mengenai masalah kebangsaan. “Banyak ilmu yang saya dapatkan dari para kiai dan pesantren,” ujar Hatta.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia resmi dicalonkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai capres 2014. Pencalonan itu diputuskan melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II PAN 11 Desember 2011 di Jakarta. Ada beberapa alasan kenapa Hatta layak sebagai capres. Pertama mengingat pengalamannya 4 kali menjadi menteri, mulai dari Menteri Riset dan Teknologi (2001-2004), Menteri Perhubungan (2004-2009), Menteri Sekretaris Negara (2007-2009), dan terakhir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sejak 2009 hingga sekarang.

Besan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga dinilai menguasai masalah ekonomi bangsa dan punya visi memajukan Indonesia menjadi negara adi daya. Visi Hatta tersebut terbagai dalam beberapa target capaian, yaitu Visi Indonesia 2015 dan visi Indonesia 2025. Target pendapatan US$ 5.000 USD 2015 dan target pendapatan US$ 16.000 US per kapita pada 2025.

Hatta juga memiliki basis sosial politik yang luas, baik dari internal PAN maupun dari basis keummatan yang tersebar di seluruh Indonesia. Tidak kalah penting, Hatta adalah salah satu tokoh Indonesia yang moderat, toleran, intelektual dan tentu saja popularitasnya terus meningkat.

Menurut Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), Husin Yazid pernah mengatakan saat ini masyarakat merindukan pemimpin yang populis, cepat, tegas dan cekatan.

Husin menilai Hatta masuk dalam kategori tersebut, karena dia berani mengambil kebijakan dalam mengembangkan perokonomian Indonesia. "Hatta termasuk tokoh populis karena merakyat, tegas karena berani mengambil kebijakan dan cekatan karena dinilai mampu mengatasi perekonomian bangsa," tegasnya.[ar]