UU No.2 Tahun 2002 Digugat ke MK, Mahfud Apresiasi Laporan Slank
Penulis :
1195    0

JAKARTA, RIMANEWS - Grup musik Slank menggugat Pasal 15 ayat 2 huruf a Undang-undang (UU) No.2 Tahun 2002 Tentang Izin Keraimaian ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua MK, Mahfud MD mengapresiasi pengaduan grup musik Slank yang merasa hak konstitusinya dilanggar. Slank mengadu ke Mahkamah Konstitusi (MK) lantaran sering tak mendapatkan izin ketika menggelar konser.

Slank diwakili Bimbim, Ivan dan Bunda Iffet datang ke Gedung MK, Selasa (22/1/2013) sekitar pukul 13. Kedatangan Slank diterima langsung oleh ketua MK, Mahfud MD.

Mahfud menyambut baik laporan yang disampaikan Slank. Mahfud mempersilahkan Slank untuk menguji materi Pasal 15 ayat 2 huruf a Undang-undang (UU) No.2 Tahun 2002 Tentang Izin Keraimaian. Karena menurut Mahfud, apa yang disampaikan Slank soal perizinan, sudah melanggar hak konstitusional seorang warga negara.

"Bagi MK masalah ini biasa saja, tapi menarik karena Bimbim dkk dan Bunda, mempersoalkan pengalaman yang jadi hak konstitusional seorang warga. Dalam tata hukum kami ada perizinan soal melaksanakan keramaian. Dlm prakteknya sering menghadapi masalah yg bersinggungan dengan HAM," ujar Mahfud saat memberikan keterangan pers bersama Bimbim, Ivan dan Bunda Iffet.

Menurut Mahfud, pembatalan konser yang mendadak pastinya merugikan banyak pihak. Selain artis, event organizier, dan para penonton pu ikut dirugikan dengan pembatalan tersebut.

"Ada contoh Lady Gaga, suka nggak suka, pembatalan itu ada yang merasa dirugikan. Penonton, EO-nya yang sudah melaksanaan kontrak-kontrak. Ini faktanya orang menyiapkan satu petunjukkan, kurang seminggu, kurang tiga hari bahkan, dibatalkan. Sebenarnya peristiwa ini bukan cuma Lady Gaga yang mengalami, tapi juga Slank," sambung Mahfud.

"Dengan alasan tidak ada izin. Itu banyak yang dirugikan, seperti Slank ini sekarang kesulitan membuat program yang terencana. Sudah diatur kontrak, tiket, tiba-tiba dibatalkan. Itu kan ngga boleh. Tugas aparat memang menjaga keamanan, tapi harus arif," jelas Mahfud.

Mahfud pun membuka pintu selebar-lebarnya untuk Slank jika mereka mau menguji materi untuk UU No.2 tahun 2002. Dan Mahfud pun meyakinkan, pengajuan uji materi itu tidak akan merepotkan Slank.

"Saya tadi mengatakan, kalau ada berbenturan soal teknis dan prinsip, UU yang menjadikan dasar itu bisa digugat. Saya bilang, kalau itu melanggar, itu bisa diuji. Nggak ada resiko, nggak ada teror. MK itu nggak rumit kok. Datang saja ke sini, saya mengalami begini, UU ini melanggar kebebasan berekpresi. Kalau itu sudah masuk dalam surat, nanti diproses. Nggak harus menggunakan pengacara. Pakai pengacara atau tidak akan diperlakukan sama," katanya.[ian/lip6]