China Langgar Batas Wilayah, Jepang Siap Lepaskan Tembakan
Penulis :
986    0

RIMANEWS-Pemerintah Jepang menegaskan tidak akan ragu melepaskan tembakan peringatan jika pesawat tempur China kembali melanggar wilayah udara mereka. Sikap Pemerintah Jepang ini mendapat dukungan Amerika Serikat, yang kembali memicu kemarahan China.

Penegasan pihak Tokyo itu dilontarkan setelah sejumlah jet tempur J-10 China terdeteksi terbang dan mencoba mengganggu pesawat tempur F-15 Jepang. Pesawat tempur Jepang sebelumnya tengah membuntuti pesawat pemantau sipil China, yang terbang di wilayah udara Kepulauan Senkaku di selatan Jepang.

Wilayah kepulauan ini juga diklaim China, yang menyebutnya Diaoyu, sehingga memicu sengketa perbatasan antar-kedua negara.

Insiden di udara itu untuk pertama kalinya diakui dan dimuat di media massa China. Media China, Minggu (20/1), memberitakan, peristiwa itu terjadi di wilayah udara Kepulauan Diaoyu di Laut China Timur.

Pihak China berargumen terpaksa mengerahkan pesawat tempur setelah mendapat laporan terdapat sejumlah pesawat tempur Jepang yang mengganggu pesawat pemantau sipil mereka. China mengklaim, pesawat pemantau itu tidak masuk di wilayah udara Jepang, dan tetap di wilayah kedaulatan China.

Kejadian itu diketahui sebagai kali pertama militer China mengerahkan kekuatan udara mereka untuk merespons pergerakan pesawat tempur Jepang.

Walaupun tidak terjadi insiden lebih parah, peningkatan aktivitas perlintasan pesawat udara dan kapal di wilayah udara dan laut perairan sengketa itu memicu kekhawatiran banyak pihak. Mereka khawatir insiden meluas dan memicu insiden lain yang lebih besar.

Apalagi, pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe menyebut akan menggunakan tembakan amunisi pelacak saat menghadapi serangan udara. Amunisi pelacak itu adalah peluru yang lintasan tembakannya terlihat sebab meninggalkan jejak asap dan cahaya. Tembakan peluru itu bisa langsung terlihat, dan disengaja untuk menarik perhatian lawan.

”Setiap negara punya prosedur sendiri menghadapi pelanggaran teritorial, yang terus terjadi walau berulang kali diperingatkan. Cara merespons seperti itu konsisten dengan standar global,” kata Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera, Rabu.[ach/KCM]