Dahlan Berambisi 'Menguasai' Timor Leste
Penulis :
1028    0

RIMANEWS - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan akan bertolak ke Timor Leste dalam waktu dekat ini. Dahlan membawa misi khusus dalam kunjungannya ke negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia itu.

Dahlan berambisi untuk bisa 'menguasai' Timor Leste. Menguasai yang dimaksud adalah dari sisi lini bisnis. Sebab, Dahlan tengah mendorong perusahaan BUMN ekspansi ke luar negeri, termasuk Timor Leste.

Dalam kunjungannya nanti, Dahlan akan melihat dan menjajaki potensi bisnis yang bisa dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan BUMN.

"Nanti saya ke sana melihat peluang bisnis yang bisa diambil BUMN. Apalagi BUMN akan bisa masuk ke Timor Leste secara besar besaran," ungkap Dahlan di Jakarta, Kamis (3/1).

Ada beberapa sektor yang sudah masuk dalam radar dan bidikan Dahlan. Sektor yang dibidik adalah sektor-sektor strategis. Meski harus bersaing dengan perusahaan dari negara lain, Dahlan mengaku tidak gentar.

Apa saja sektor yang dibidik Dahlan? Berikut pemaparannya.

1. Telekomunikasi

Dahlan Iskan akan meresmikan gerai Telkom pertama di Timor Leste pada 18 Januari 2013. Pembukaan gerai ini disebut-sebut sebagai langkah Telkom untuk menguasai telekomunikasi di negara yang melepaskan diri dari Indonesia pada 1999 tersebut.

Dahlan mengakui langkah Telkom menguasai Timor Leste tidaklah mudah. Sebab, harus bersaing dalam tender kelas dunia.

"Telkom harus kuasai Timor Leste yang sekarang di kuasai oleh Portugal," ungkap Dahlan.

Telkom akan mengembangkan telekomunikasi dalam berbagai bentuk wireless internet. "Telkom harus all out, dan dalam kurun waktu waktu tertentu Telkom harus kuasai. Targetnya pokoknya Telkom menguasai telekomunikasi Timor Leste," tegasnya.

2. Tenaga listrik

Setiap negara membutuhkan kepastian pasokan energi untuk mendukung laju pertumbuhan ekonomi. Salah satunya adalah pasokan tenaga listrik.

Dahlan Iskan melihat, perusahaan BUMN yakni PT PLN bisa berperan dalam bisnis tenaga listrik di Timor Leste. "Pengembangan listrik sangat bagus dilakukan di sana," ucap Dahlan.

3. Bahan Bakar Minyak (BBM)

Selain telekomunikasi, dan pengadaan listrik, bisnis sektor energi lain yang diakui cukup potensial adalah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Timor Leste.

Dahlan sangat yakin sektor ini memiliki prospek yang cukup cerah. "Dulu kita bangun banyak, kita akan teruskan itu. Sehingga misalnya penyaluran minyak. Sama penyaluran BBM nanti akan saya lihat. Kita juga bisa jual BBM ke sana dengan harga komersial. Pertamina juga sudah siap," tegasnya.

4. Infrastruktur

Sebagai negara yang belum lama merdeka, Timor Leste tentu sedang gencar membangun. Dahlan melihat peluang itu. Dia pun mendorong peran perusahaan pelat merah untuk mengembangkan bisnisnya di Timor Leste, termasuk bisnis pembangunan infrastruktur.

Dahlan bermimpi membangun pelabuhan karena potensinya yang cukup menjanjikan. Namun, untuk berpartisipasi dalam pembangunan di Timor Leste, BUMN harus bersaing dengan negara lain dalam tender Internasional.

"Pelabuhan, perkebunan, dan lain-lain. Tapi kita harus bersaing dengan Portugal, Australia, Singapura," ungkap Dahlan.

5. Perbankan

Dahlan juga menginginkan agar sektor perbankan nasional, utamanya bank-bank pelat merah, juga menguasai sistem keuangan dan perbankan di Timor Leste. Saat ini, peluang tersebut sudah mulai dirintis oleh salah satu bank BUMN.

Dahlan menyebut, bank BUMN yang sudah menancapkan kuku di Timor Leste adalah Bank Mandiri. Bahkan, bank pelat merah tersebut sudah cukup sukses di Timor Leste.

"Mandiri sudah terbesar di sana," ujar Dahlan.[mrdka/ian]