Pengamat Hukum Nilai Pemecatan Hakim Bukan Solusi Selesaikan Masalah
Penulis :
Penyunting :
1613    0

Dokumentasi Rima

RIMANEWS - Pengamat hukum dari Yayasan Pengkajian Hukum Indonesia (YPHI) Rusli Pandika menilai, persitiwa perselingkuhan dan pemerasan uang yang melibatkan dua hakim pengadilan negeri (PN) akan terus terulang jika tidak dilakukan perubahan struktural.

Karenanya, rekomendasi pemberhentian secara tidak hormat kepada dua hakim tersebut tidak akan menyelesaikan masalah jika tidak dilakukan perubahan struktural di semua bidang.

"Tindakan Komisi Yudisial (KY) yang menindak hakim itu, sama seperti KPK menindak pelaku korupsi, tidak akan menyelesaikan masalah. Akan tetapi, harus dilakukan sambil menanti datangnya perbaikan struktural dan kultural pada kita semua," ujarnya ketika dihubungi INILAH.COM, dari Jakarta, Minggu (23/12/2012).

Menurut Rusli, saat ini Indonesia tengah dilanda krisis etika dan moral yang terjadi hampir di seluruh lembaga pemerintahan. Peristiwa perselingkuhan dan pemerasan yang dilakukan hakim ini hanyalah puncak gunung es.

"Ini bukan hanya masalah kedua hakim PN tersebut, tetapi masalah umum yang sedang kita hadapi. Kerusakan etik dan moral ini tercermin antara lain dalam mental koruptif dalam berbagai bentuk dan cara. Perilaku memeras dan selingkuh pada hakim dimaksud cuma puncak gunung es," tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, KY akan membawa dua hakim PN ke sidang etik Majelis Kehormatan hakim (MKH). Satu hakim akan diadili karena kasus perselingkuhan, sementara satu hakim lainnya karena meminta sejumlah uang ke pengacara.(yus/inil)