Thursday, 17 April 2014

Breaking News

Anas dan PD Tersandera Politik

JAKARTA, RIMANEWS -- Mengambangnya status Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum dalam kasus dugaan korupsi proyek Sport Center Hambalang membuat posisi Partai Demokrat menjadi sulit.

Analis politik M Qodari menganalogikan Anas sebagai sander politik dalam persoalan itu.

" Status mengambang Anas ini bisa menyulitkan Partai Demokrat, istilahnya dia ini sandera politik. Karena itu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus secepatnya mengumumkan status hukum Anas. Jika tidak ada bukti ya nyatakan tidak bersalah, namun apabila terlibat juga cepat diumumkan keterlibatannya," ujar Qodari di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/12/2012)

Kondisi menimpa Anas itu juga membuat Partai Demokrat menjadi serba salah.

" Begini, posisi Anas ini adalah sebagai ketua umum partai. Jika dia ditetapkan sebagai tersangka otomatis Anas mundur dari Ketua Umum, berarti posisi ini kosong, nah ini akan jadi pertarungan baru," ujarnya lagi.

Sebaliknya jika Anas sebagai tersangka tidak memilih mundur, maka akan datang masalah baru. "Ini akan menjadi polemik dan pandangan negatif dari publik," tutup Qodari.   [ mrbin / sinews ]

Kata Kunci