Monday, 14 July 2014

Cari

Breaking News

Lemahnya Infrastruktur dan Peluang Investasi di Indonesia

JAKARTA, RIMANEWS -- Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Dari alokasi pembiayaan publik dan swasta, infrastruktur dipandang sebagai lokomotif pembangunan nasional dan daerah. Secara ekonomi makro ketersediaan dari jasa pelayanan infrastruktur mempengaruhi marginal productivity of private capital,

Infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja, serta peningkatan kemakmuran nyata dan terwujudnya stabilisasi makro ekonomi, yaitu keberlanjutan fiskal, berkembangnya pasar kredit, dan pengaruhnya terhadap pasar tenaga kerja.

Belum lama ini perusahaan mobil Toyota Groub juga meminta perbaikan infrastruktur di Tanah Air. Bahkan  Toyota Group telah bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membicarakan terkait perpanjangan rencana investasinya di Indonesia. Presiden Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda meminta kebutuhan infrastruktur Toyota diyakini akan memperlancar investasinya di Indonesia.

Presiden SBY sadar betul bahwa pembangunan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam pembangunan nasional. Sebab, infrastruktur selain merupakan pilar utama dari pertumbuhan ekonomi, dan komponen penting bagi pencapaian pertumbuhan berkelanjutan yang berkeadilan, juga merupakan bagian dari konektivitas antar daerah.

Pembangunan infrastruktur memang sangat penting dan strategis karena dapat memperkecil kesenjangan pembangunan, baik di antara masyarakat, antara kota dengan daerah. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur memiliki efek berganda yang dapat meningkatkan mobilitas masyarakat, meningkatkan keterhubungan, dan aktivitas ekonomi.

Pemerintah harus prioritaskan pembangunan infrastruktur, pembangunan infrastruktur selain permintaan dari  perusahaan mobil Toyota Groub, sebenarnya juga bertujuan untuk mendukung sektor-sektor andalan seperti pertanian, pertambangan, dan pariwisata yang nantinya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis perekonomian dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi lokal tersebut bisa tumbuh lebih cepat jika didukung oleh sarana dan prasarana transportasi yang andal, menghubungkan antar wilayah di dalam negeri.

Hambatan infrastruktur mutlak akan menjadi kendala besar bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Jika infrastruktur suatu negara tidak memadai, maka kegiatan investasi serta arus barang dan jasa otomatis akan turut mengalami gangguan.

Bagi Indonesia, infrastruktur merupakan salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan daya saing di dunia internasional. Pembangunan infrastruktur perlu dilakukan secara terpadu dengan menggunakan pendekatan penataan ruang.

Melalui kebijakan dan komitmen pembangunan infrastruktur yang tepat dan berbasis penataan ruang diyakini akan dapat membantu mengurangi masalah kemiskinan, mengatasi persoalan kesenjangan antarwilayah/kawasan, mengurangi tekanan urbanisasi dan lain-lain yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan infrastruktur juga berperan sebagai stimulan dalam mendukung perkembangan ekonomi wilayah dan nasional yang signifikan.

Karena itu, upaya pembangunan infrastruktur perlu direncanakan dengan matang sesuai dengan tingkat kebutuhan dan perkembangan suatu wilayah. Sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat perlu diperkuat dalam percepatan pembangunan infrastruktur di koridor-koridor ekonomi agar mampu mengatasi persoalan-persoalan ekonomi yang mendasar seperti kemiskinan dan pengangguran.

Infrastruktur juga berpengaruh penting bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan manusia, antara lain dalam peningkatan nilai konsumsi, peningkatan produktivitas tenaga kerja dan akses kepada lapangan kerja, serta peningkatan kemakmuran nyata dan terwujudnya stabilisasi makro ekonomi, yaitu keberlanjutan fiskal, berkembangnya pasar kredit, dan pengaruhnya terhadap pasar tenaga kerja.

Untuk itu, pemerintah harus dapat memaksimalkan Undang-Undang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum guna mempercepat pembangunan infrastruktur. Singkat kata, dapat dikatakan pembangunan infrastruktur berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi, baik makro maupun mikro, dan perkembangan suatu negara atau wilayah.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara Eropa dan Amerika Serikat harus dapat dimanfaatkan Indonesia semaksimal mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dengan cara menarik investor-investor luar negeri untuk berinvestasi di Indonesia. Dengan komitmen perusahan mobil terbesar di Indonesia Toyota groub yang ingin menambahkan investasinya di Indonesia harus di dukung.

Dalam rangka itu, pembangunan infrastruktur menjadi penting dan mendesak untuk dilakukan pemerintah. Jangan harap investor akan datang berbondong-bondong menanamkan modal mereka di Indonesia tanpa terlebih dahulu dilakukan pembangunan infrastruktur secara memadai. Bukan tidak mungkin persoalan infrastruktur akan mengandaskan ambisi bangsa Indonesia untuk menjadi negara baru tujuan utama investasi dunia.   [ fbi / kmps ]