Krisis Air Bersih di Cilacap Makin Meluas
Penulis :
Penyunting :
1318    0

Dokumentasi Rima

CILACAP, RIMANEWS-Wilayah yang mengalami krisis air bersih di Cilacap semakin luas. Hingga saat ini, sebanyak 32 desa yang tersebar di 12 kecamatan mengalami krisis air bersih dan kekeringan dari sekitar 74 desa rawan krisis air bersih maupun kekeringan. Demikian diungkapkan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Lakhar BPBD) Cilacap Wasi Ariyadi.

Kondisi demikian menyababkan warga harus mencari pontensi sumber air bersih dengan menggali sumur ditengah sawah. Warga lainnya harus berjalan selama puluhan kilometer mencari sumur yang masih ada airnya. sebab seperti yang terjadi di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, hampir semua sumur milik warga kering, hanya beberapa yang masih berair namun kualitasnya airnya sangat burum asih dan bau akibat terinterusi air laut. Sumber air dari Telaga Kubangkangkung sebagai alternatif sumber air warga sudah lama kering.

Kepala Desa Ujungmanik Supardan mengatakan, krisis air bersih di desa ini semakin parah karena seluruh sumur milik warga telah mengering. "Kalaupun masih ada airnya, rasanya payau karena terintrusi air laut dan hanya digunakan untuk mandi atau mencuci," katanya.

Bagi warga yang mampu mendapat air dengan cara membeli dengan harga Rp 3.000 per jeriken. Jika air bersih berasal dari PDAM harganya lebih mahal Rp 5.000 per jeriken. Ia mengatakan, beberapa hari lalu pihaknya sebenarnya telah mengusulkan agar jaringan pipa PDAM yang baru terpasang di Desa Ujungmanik dapat dialiri air sehingga bisa membantu warga dari krisis air bersih.

Akan tetapi berdasarkan informasi dari PDAM Cabang Kawunganten, kata dia, air dari Bendung Menganti di Sungai Citanduy yang berbatasan dengan Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak mampu dipompakan hingga Ujungmanik karena elevasi airnya menurun. "Saya akhirnya usulkan agar PDAM cukup mengalirkan air ke tandon-tandon air di Desa Ujungmanik jika pompanya tidak mampu mendorong air hingga jaringan rumah tangga. Pihak PDAM akan mencobanya minggu depan," ujarnya.

Kemarau panjang ini mengakibatkan ribuan hektare sawah di Kabupaten Cilacap kekeringan. Berdasarkan data Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman Dinas Pertanian Jawa Tengah Wilayah Banyumas, luas sawah di Kabupaten Cilacap mencapai 9.405 hektare. Yang menderita paling parah adalah petani di wilayah barat kabupaten, antara lain di Kecamatan Majenang, Kedungreja, Kawunganten, Patimuan, dan Cimanggu. [ach/PR]