Thursday, 17 April 2014

Breaking News

Diaspora Indonesia Didorong Bantu rakyat Di Negeri Sendiri

NEW YORK-Presiden SBY menyambut dideklarasikannya Diaspora Indonesia di Los Angeles pada 8 Juli 2012 lalu. Presiden berpesan tiga hal kepada anggota Diaspora Indonesia. Salah satunya, supaya mereka tetap bisa berkontribusi terhadap kemajuan Indonesia.

Pesan ini disampaikan Presiden SBY dalam pertemuan sembari makan pagi di Hall lantai 7, Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di 38th Street, New York City, Kamis (27/9/2012). Pertemuan itu dihadiri puluhan anggota Diaspora Indonesia dari berbagai negara bagian AS.

Tiga hal pesan Presiden SBY itu dirangkum dengan singkatan LLC. Pertama, loyalty. Presiden meminta agar para anggora Diaspora Indonesia yang telah menjadi warga negara lain tetap loyal kepada negaranya, dengan menaati aturan dan hukum di negara itu. Kedua, love. Presiden meminta agar para anggota Diaspora Indonesia tetap menjaga kecintaan terhadap Indonesia, meski bukan lagi sebagai warga Indonesia.

Ketiga, contribution. Presiden SBY meminta agar para anggota Diaspora Indonesia untuk tetap memberikan kontribusi kepada Indonesia.

Kontribusi itu bisa diberikan terkait 3 hal yang saat ini sedang diupayakan oleh pemerintah Indonesia. Pertama, mendorong adanya produksi dan penggunaan mobil ramah lingkungan dan mobil listrik. Dengan adanya mobil ramah lingkungan ini, maka beban subsidi BBM di APBN akan bisa dikurangi.

"Karena itu, barangkali ada di antara Diaspora Indonesia yang bisa menyambungkan dengan para ahli dalam hal ini, sehingga yang umpanya seharusnya tujuan ini bisa dicapai 15 tahun, tapi dengan hal itu bisa dicapai dalam waktu 5-10 tahun," kata SBY.

Kedua, meningkatkan teknologi informasi. Pada 2030, banyak lembaga internasional yang memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi berada di rangking 10 dunia. Karena itu, semua industri, baik pertanian, manufaktur maupun jasa akan meningkat tajam.

"Perlu teknologi informasi dalam meningkatkan daya saing," lanjut SBY.

Ketiga, mengupayakan food security atau ketahanan pangan. Masalah ini, kata SBY, menjadi masalah besar dunia. Ke depan, Indonesia akan bekerja keras untuk menjaga ketahanan pangan.

Pertemuan Presiden SBY dengan Diaspora Indonesia diawali dengan pidato Dubes RI untuk AS, Dino Patti Djalal. Dia menjelaskan mengenai kongres Diaspora Indonesia dan rencana kongres kedua yang akan berlangsung di Jakarta pada Agustus 2013 mendatang. Terhadap kongres Diaspora Indonesia di Jakarta tahun depan, Presiden SBY menyambut baik.

Acara pertemuan ini dilakukan dengan sederhana. Menu makanan yang disediakan juga sederhana, makanan ala Indonesia. Ada soto daging dan nasi goreng.

Kata Kunci