Sunday, 13 July 2014

Cari

Breaking News

Bumi Resources Diguncang Laporan Orang Dalam

Ari Sapta Hudaya (foto atas)

JAKARTA-Direktur PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Dileep Srivastava mengatakan belum tahu secara mendalam perihal rencana Bumi Plc sebagai induk usaha melakukan investigasi terhadap Bumi Resources dalam dugaan penyalahgunaan dana pengembangan.

"Belum ada pemberitahuan lebih lanjut akan hal itu (investigasi penyalahgunaan development funds)," Dileep menjelaskan via pesan pendek, Selasa, 25 September 2012.

Karena belum begitu tahu akan investigasi itu, Dileep menyatakan dirinya tidak bisa berkomentar banyak. Namun, ia berjanji akan mengabarkan lebih lanjut, misalkan proses investigasi benar dilangsungkan Bumi Plc.

"Setelah kami mengetahui perkembangan rencana investigasi ini, baru kami bisa berkomentar," ujar Dileep.

Sebelumnya, dalam website Bumi Plc disebutkan bahwa proses investigasi penyimpangan penggunaan development funds yang mencurigakan di Bumi Resources telah dimulai. Otoritas terkait di Inggris dan Indonesia akan dimintai peran sertanya dalam investigasi ini.

Juru bicara Bumi Plc, Nick von Schirnding, melalui keterangan tertulis di situs bumiplc.com menyatakan, pihaknya menemukan dugaan penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi anak usahanya di Indonesia, terutama Bumi Resources.

"Penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi ini telah diselidiki oleh penyelidik independen," ujarnya. Penyimpangan ini telah pula dilaporkan kepada dewan komisaris. "Perusahaan juga bermaksud menghubungi otoritas terkait (pasar modal) di Inggris dan Indonesia sehubungan beberapa tuduhan.”

Akibat berita negatif ini, harga saham Bumi Resources yang berkode efek BUMI di Bursa Efek Indonesia kemarin anjlok 19 persen menjadi Rp 680 per lembar. Hari ini pun, sampai penutupan sesi I, harga saham BUMI kembali turun Rp 10 menjadi Rp 670 per saham.

Keputusan Bumi Plc untuk memeriksa kejanggalan keuangan di Bumi Resources kabarnya dipicu oleh laporan orang dalam (whistleblower). Selasa, 25 September 2012 ini, sejumlah media memberitakan bahwa Bumi Plc--perusahaan berbasis di London, Inggris, yang memegang saham 29,2 persen Bumi Resources--mengambil langkah drastis tersebut setelah mendapat laporan soal kejanggalan keuangan (financial irregularities) di Bumi Resources.

Bumi Resources sendiri adalah bagian dari kerajaan bisnis Bakrie dan disebut-sebut sebagai produsen batubara terbesar di Indonesia. Salah satu kejanggalan yang dilaporkan adalah soal perubahan nilai dana pembangunan (development funds) di PT Bumi Resources Tbk dan nilai satu aset PT Berau Coal Energy Tbk.

Nilai kedua aset itu diubah menjadi nol pada laporan keuangan Bumi Plc pada 31 Desember 2011 lalu.  Hanya satu investasi senilai US$ 39 juta yang tidak diubah.

Wall Street Journal dalam laporannya Selasa, 25 September 2012 menduga aset yang diubah nilainya menjadi nol adalah aset Gallo Oil Ltd dari New Jersey, Amerika Serikat. Gallo mempunyai dua konsesi pengeboran minyak dan gas bumi di Yaman dan sebuah pabrik pengolahan batubara di Indonesia.

Penyelidikan independen ini juga akan menelusuri penggunaan dana sebesar US$ 300 juta yang diklaim dipakai perusahaan-perusahaan Bumi untuk memulai proyek baru. Otoritas Jasa Keuangan dan Kantor Penanganan Pelanggaran Serius (Serious Fraud Office) di bursa saham Inggris kabarnya sudah mengetahui rencana penyelidikan ini.

Dihubungi pada Senin, 24 September 2012, manajemen Borneo, pemegang saham lain di Bumi Plc,  mengaku belum tahu soal rencana pemeriksaan ini. "Kami belum mengetahui persis. Tetapi kelihatannya ada kaitannya dengan Nat Rotschild," ujar Direktur Borneo, Kenneth Allan.

Seiring dengan rencana manajemen Bumi Plc melakukan investigasi terhadap dugaan penyimpangan keuangan (development funds) di anak usahanya, PT Bumi Resource Tbk, Direktur Non-eksekutif Bumi Plc, Ari Sapta Hudaya, mengundurkan diri.

"Ari Hudaya telah mengundurkan diri sebagai Direktur Non-eksekutif Bumi Plc efektif mulai 24 September 2012," ujar Direktur Bumi Resources, Dileep Srivastava, melalui pesan pendek, Senin malam, 24 September 2012.

Dileep menambahkan, meski mengundurkan diri dari Bumi Plc, bukan berarti Ari tidak akan bekerja di Bakrie Group. Setelah mundur dari Bumi Plc, Ari akan berfokus melakukan upaya peningkatan nilai di Bumi Resources sebagai presiden direktur.

Situs Web Bumi Plc mengatakan bahwa proses investigasi penyimpangan penggunaan development funds yang mencurigakan di Bumi Resources telah dimulai. Otoritas terkait di Inggris dan Indonesia akan dimintai peran sertanya dalam investigasi ini.

Juru bicara Bumi Plc, Nick von Schirnding, melalui keterangan tertulis di situs Web bumiplc.com menyatakan, pihaknya menemukan dugaan penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi anak usahanya di Indonesia, terutama Bumi Resources.

"Penyimpangan atas kinerja keuangan dan operasi ini telah diselidiki oleh penyelidik independen," ujarnya. Penyimpangan ini telah pula dilaporkan kepada dewan komisaris. "Perusahaan juga bermaksud menghubungi otoritas terkait (pasar modal) di Inggris dan Indonesia sehubungan beberapa tuduhan.”

Akibat berita negatif ini, harga saham Bumi Resources yang berkode efek BUMI di Bursa Efek Indonesia anjlok 19 persen menjadi Rp 680 per lembar. Hari ini pun, sampai penutupan sesi I, harga saham BUMI kembali turun Rp 10 menjadi Rp 670 per saham. (TR/Tempo)

Kata Kunci