RIMANEWS-Sebanyak 15 kampung di Kecamatan Mesuji Timur dan Mesuji atau yang biasa di sebut sebagai wilayah Mesuji Atas Kabupaten Mesuji Lampung, kesulitan untuk mendapatkan air bersih setiap musim kemarau. Untuk memenuhi kebutuhan akan air, warga harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk membeli air.
Demun, warga Kampung Tirta Laga (SP 9) Kecamatan Mesuji mengatakan setiap musim kemarau warga kekurangan air akibat kekeringan. Untuk mendapatkan air bersih warga harus membeli dengan harga perdrumnya Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah).
"Perdrum isinya sekitar 200 liter, harganya lima puluh ribu rupiah. Kami terpaksa menggunakan air untuk kebutuhan pokok saja seperti memasak. Mandi juga bahkan kami batasi," ujar Demun, kepada Khamamik Bupati Mesuji.
Dijelaskannya saat musim penghujan, warga menjadikan air hujan sebagai sumber air bersih yang ditampung di bak penampungan air. Namun saat kemarau, satu-satunya sumber air milik warga menghilang."Biasanya kami menampung air hujan untuk mencukupi kebutuhan air bersih, tapi saat kemarau seperti sekarang hujan tidak pernah turun sehingga kami kehilangan sumber air,” jelasnya lagi.
Senada dengannya, Mbah Dodo, warga Kampung Tanjung Mas Jaya (SP 7), Mesuji Timur memohon agar Pemerintah Kabupaten Mesuji untuk segera memberi solusi bagi warga yang kekurangan air. Terlebih kondisi itu telah berlangsung puluhan tahun tanpa pernah ada jalan keluarnya.
"Saya selalu kesulitan untuk mendapatkan air bersih semenjak saya tinggal di Mesuji. Kami masyarakat kecil sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah karena kalau Pemerintah Kabupaten Mesuji tidak menolong kami kepada siapa lagi kami akan meminta pertolongan. Sebagai masyarakat kecil kami tidak bisa berbuat banyak, masalah yang kami hadapi banyak, Pak. Sulitnya mendapatkan air bersih, jalan rusak, belum adanya jaringan listrik PLN dan lainnya pokoknya banyak sekali," ujarnya.
Pernyataan warga itu diamini oleh Hamim, Kepala Kampung Tanjung Mas Jaya (SP 7) Mesuji Timur. Ia membenarkan sedikitnya ada 15 Kampung di Wilayah Mesuji Atas yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat kemarau."Kondisi air yang ada di daerah kami merupakan air payau yang tidak dapat di konsumsi. Apabila di konsumsi dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare dan disentri," jelasnya.
Menanggapi permasalahan tersebut Bupati Mesuji Khamamik mengatakan persoalan air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Untuk itu ia akan menurunkan tim teknis untuk melakukan pendataan secara rinci dan segera memberikan bantuan air bersih.
“Saya menerima laporan permasalahan ini secara langsung dari warga dalam setiap kesempatan turun ke masyarakat. Saya telah mengecek kondisi warga yang mengalami kesulitan air dan mengecek lokasi terdekat yang dapat digunakan sebagai alternatif sumber air bersih. Tim teknis akan diturunkan menjawab permasalahan warga," katanya.
Ditambahkannya, lokasi sumber air bersih yang terdekat dari wilayah Mesuji Atas berada di Kampung Tanjung Menang, Kecamatan Mesuji Timur dengan jarak sekitar 15 kilometer dari kampung terdekat. Sedangkan kampung terjauh berada sekitar 100 kilometer dari sumber air bersih tersebut.
"Untuk menyelesaikan permasalahan ini secara langsung membutuhkan anggaran yang besar. Sebagai solusi sementara, saya akan menganggarkan dana di APBD Perubahan Kabupaten Mesuji Tahun 2012 untuk melakukan pembelian beberapa unit mobil tanki pengangkut air bersih. Untuk menyelesaikan permasalahan ini secara menyeluruh membutuhkan biaya yang besar, sedangkan dana APBD Kab Mesuji sangat kecil," terangnya.
Lebih lanjut diterangkannya, untuk mengatasi kendala anggaran, maka akan dianggarkan secara bertahap. Selain Khamamik mengatakan ia akan meloby Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Pusat agar dapat dianggarkan juga di APBD Provinsi dan APBN.
_______________________________
Pengirim: More Situmorang, Mesuji Lampung).