Saturday, 12 July 2014

Cari

Breaking News

Rapalan Tengku Abdul Jalil di Cot Plieng Bayu (NAFAS TERAKHIR BELANDA DI TANAH RENCONG 6)

Rapalan Tengku Abdul Jalil di Cot Plieng Bayu (NAFAS TERAKHIR BELANDA DI TANAH RENCONG 6)
 

sejuk rapalan  tengku abdul jalil
saat enam bulan pendudukan jepang di aceh
pemberontakan-pemberontakan menyeruak di tanah rencong
tengku abdul jalil, pemimpin dayah di cot plieng bayu
aceh utara - tak pernah percaya : jepang akan menghormati
dan menjunjung tinggi islam
tentara-tentara jepang itu menyuruh rakyat aceh  bersieirei(menyembah matahari)
dan serdadu-serdadunya mandi telanjang di meunasahmeunasah
tengku abdul jalil lalu berkata dengan keras, kepada seluruh muridnya:
talet ase, jitamong bui!
 

agustus 1942, tengku abdul jalil mengajak murid-muridnya
membacakan hikayat prang sabie
setiap malam tengku membacakan rateb dengan penuh khuyuknya
dan berpesan kepada seluruh murid-muridnya: "jika kita harus mati,
marilah kita mati bukan sebagai budak, tapi mati sebagai syuhada, yang tewas
di medan perang dengan rencong terhunus!"
 

setelah jepang dengan segala bujukan tak dapat menjinakkan tengku abdul jalil
serdaduserdadu jepang di biruen, lhokseumawe dan lhoksukon
dengan kekuatan 500 tentara
dipersenjatai senapan berat dan tiga meriam
menyerbu cokt plieng bayu
tengku jalil tak mampu menahan serangan tentara kapee jepang
dayah tengku abdul jalil menjadi puing-puing berantakan
127 muridmurid tengku jalil tewas dan 100 orang luka-luka
tengku jalil tak menyerah
keesokan hari, pasukan tengku jalil menyerang tentara jepang dengan ganasnya
100 kapee-kapee jepang tewas dan puluhan lukaluka
 

 

 

angin kemenangan menderu
pasukan tengku jalil mempersiapkan serangan kedua
belum sempat serangan kedua dilancarkan
tengku jalil diberondong kapeekapee jepang dengan senapan
ketika tengku shalat 'ashar di mesjid buloh gampong tengoh
tengku jalil mati sebagai syuhada yang harum baunya
selamat jalan tengku jalil
seuruga telah rindu sekali menunggumu!

                   

 

 

                                                                            Tangerang, 1 Mei 2010
 

 

 

 

juftazani : Lahir di Pekanbaru 11 November 1960. Bekerja sebagai Editor, Penyair dan Aktifis Keagamaan. Tinggal di Jakarta. Email: Juftazani@yahoo.com