Menguak Epistemologi Doktrin Khilafah HTI

Sejauh ini seringkali Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menjadi ‘kompor’ orang-orang muslim Indonesia. Mereka dengan gencarnya memberantas kemaksiatan yang tampak tidak sekedar dengan wacana, melainkan langsung dengan aksi perlawanan kekerasan. Tidak banyak dalam kelompok Islam yang begitu gigih menahan gelombang kemaksiatan. Sementara itu, mereka juga menginginkan menjadikan Indonesia sebagai Negara Islam.

Mengingat banyaknya orang yang menilai bahwa kekerasan golongan HTI tidak tepat pada posisi sebenarnya atau salah posisi. Penilaian akan tidak ternilai secara sempurna manakala kita tidak melihat dan mengetahui terhadap sesuatu yang kita nilai secara langsung. Begitu pula jika kita ingin membongkar sebongkah elektronika tapi belum perbah bergelut dalam keilmuan elektro tentu akan amburadul. Apalagi terhadap suatu golongan keagamaan.

Walaupun telah banyak buku-buku tentang khilafah namun baru kali ini ada buku yang membahas tentang khilafah (HTI) yang ditulis oleh orang yang pernah bergelut aktif di dalamnya. Dr Ainur Rofiq adalah salah satu aktifis yang pernah bergelut akut dalam lingkungan HTI yang walaupun saat ini telah berubah haluan (kembali) pada organisasi kemasyarakatan tradisionalis, NU. Apalagi buku ini termasuk karangan yang bernuansa akademis, sehingga karangannya dapat dikatakan objektif.

Buku yang awalnya sebagai desertasi penulisnya adalah tidak bermaksud untuk mendiskreditkan posisi golongan HTI melainkan untuk kritik konstruktif. Karena memang tidak luput kemungkinan bahwa kelompok ini benar dan ada pula kesalahannya. Kebenaran yang mutlak hanya milik Allah, bagi manusia hanya berkewajiban berusaha mendapatkan kebenaran berdasarkan nas dan logika aktif.

Pemahaman orang-orang Hizbut Tahrir atau kerap menamakan dirinya sebagai hizbi, terhadap keadaan politik bahwa satu-satunya politik yang baik, benar, dan mapan di sisi Allah hanyalah khilafah dengan mengikuti politik ala Nabi. Mereka beranggapan bahwa suatu Negara tidak akan damai jika belum diterapkan system khilafah. Melalui buku ini dapat dilihat doktrin apa yang menyebabkan kekokohan pemikiran mereka terhadap kekhalifahan? Pula, bagaimana konsekuensi logis yang dikonstruks kelompok ini? Garis epistimologi doktrin kekhalifaan HTI akan dipapar lepas oleh Dr Ainur Rofiq dalam buku ini.

Mungkin pemahaman semacam ini senada dengan kelompok Islam pada abad pertama Hijriyah yang menetapkan bahwa siapapun yang menghukum suatu perkara tidak dengan hukum Allah, mereka adalah orang kafir. Penempatan ayat dengan kasar membuat mereka juga berbuat kasar. Karena ‘hukum Allah’ bukanlah nilai yang dapat ditawar, maka setiap individu berkewajiban menunaikan hukum tersebut, dan tidak ada toleransi.

Walhasil buku ini sangat layak dibaca bagi mereka yang ingin mengetahui lebih lanjut sepak terjang Hizbut Tahrir Indonesia dalam penegakan khilafah. Nilai plus lainnya bahwa buku ini ditulis oleh orang yang pernah bergelut aktif dalam golongan ini sehinga sudah barang tentu ia lebih mengetahui seluk beluk dalam rongga doktrinal HTI. Kajian historis kepustakaan memberi hal baru pada pemahaman orang yang membaca buku ini. Wallahua’lam bishhawab.

_______________________________

Peresensi: Achmad Marzuki, Peneliti di Central for Research and Islamic Development IAIN Walisongo Semarang

Judul : Membongkar Proyek Khilafah Ala Hizbut Tahrir di Indonesia

Penulis : Dr Ainur Rofiq al-Amin

Penerbit : LKiS, Yogyakarta

Terbit : I, 2012

Tebal : xxiv + 228 halaman