Jokowi, di Solo Jadi Kawan PKS di Jakarta Jadi Lawan

JAKARTA, RIMANEWS - Usai resmi mendukung Fauzi Bowo, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kini siap berhadap-hadapan dengan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama. Peta politik ini bertolak belakang dengan yang terjadi di Solo, saat Jokowi didukung oleh PKS menjadi wali kota Solo.

Pada perhelatan Pilkada Solo pada 2010 lalu, Mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid menjadi juru kampanye untuk kemenangan Jokowi yang berpasangan dengan FX Hadi Rudyatmo sebagai Walikota Solo. Pasangan Joko Widodo-FX Hadi Rudyatmo diusung oleh PDI Perjuangan, dan mendapat dukungan penuh dari PKS, Partai Amanat Nasional (PAN), serta Partai Damai Sejahtera.

"Karena PKS juga ikut mendukung pasangan Jokowi, saya sebagai kader PKS siap memperjuangkan dan mensukseskan pasangan Jokowi-Rudi," kata Hidayat kepada wartawan pada Sabtu 13 Maret 2010 lalu.

Dukungan Hidayat dan PKS kepada Jokowi saat itu, mengantarkan Jokowi-Hadi menjadi orang nomor satu di Solo untuk kedua kalinya. Saat itu, Jokowi-Hadi meraih 90 persen suara. Dia mengalahkan pasangan Eddy S Wirabhumi-Supradi Kertamenawi yang diusung Partai Demokrat dan Partai Golkar.

Mesra di Solo, tidak di Jakarta. Kini secara terang-terangan Hidayat Nur Wahid dan PKS mendukung Fauzi Bowo untuk mengalahkan Jokowi-Ahok dalam perebutan kursi DKI 1. Mengantongi suara kisaran 10 persen pada Pilgub DKI Jakarta putaran pertama, PKS memberikannya kepada Foke dengan sejumlah 'mahar'.

"Pertimbangan putaran kedua ini bukan masalah agama tapi terkait dengan kepastian kemampuan mereka untuk mengakomodasi program kerja yang kami perjuangkan pada waktu pilgub," ujar Hidayat usai jumpa pers PKS dalam mendukung pasangan Foke-Nara di Kantor DPP PKS Jl TB Simatupang, Jakarta, Sabtu (11/8/2012).

Lalu apa kata Jokowi atas perubahan peta politik ini?

"Ya nggak apa-apa. Mereka punya hak untuk memilih," ujar Jokowi di sela-sela acara silahturahmi dengan para pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta

Tim Fauzi-Nachrowi Bantah Main Mata Dukungan PKS

Headline


Kepala Media Centre Fauzi-Nara, Kahfi Siregar, yang mewakili tim kampanye, balik menuding bahwa kabar tersebut mengada-ada. Dia meminta penyebar kabar itu untuk membuktikannya. "Kalau memang ada transaksi silakan buktikan, jangan hanya cuap-cuap di media," tandas Kahfi di Jakarta, Kamis (9/8/2012).

Menurut dia, pihak Fauzi-Nachrowi memang telah bertemu Presiden PKS Luthfi Hasan. Namun, pertemuan tersebut hanya membicarakan kemungkinan koalisi dalam putaran kedua. "Jadi kalau dibilang main mata dan membicarakan mahar itu bohong, ga benar," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Danny Iskandar, anggota Tim Sukses Jokowi-Ahok menuding PKS akan merapat ke Fauzi-Nara karena ada mahar antarkeduanya. Danny sempat mengatakan, karena tingginya mahar yang ditentukan PKS, pihak Fauzi-Nachrowi tak dapat menyanggupinya.

Headline
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dituding melakukan politik transaksional dengan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Foke-Nara. Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq membenarkan tudingan tersebut.


"Memang benar PKS bertransaksi dengan pasangan Foke-Nara, tapi transaksinya itu dalam bentuk kesepakatan untuk membangun kota Jakata lebih baik, maju, smart, aman dan sejahtera," kata Lutfi dalam jumpa Pers di kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu, (11/8/2012).

Menurutnya, kalau partainya tidak melakukan transaksi kepada calon incumben yang lolos putaran kedua ini tampak akan 'berdosa'. "Saya rasa kalau tidak transaksi seperti itu PKS bersalah," singkatnya.

Namun, lanjut Lutfi, kalau ada kabar lain bahwa PKS mendukung Foke-Nara karena politik transaksional itu akan dikaji lagi. "Selebihnya akan kami petimbangkan yang pernyataan fitnah dan memecah belah antar umat yang ingin mebangun kota Jakarta," tegas Lutfi.

Sebelumnya, Salah satu tim sukses Joko Widodo dan Basuki T Purnama, Denny Iskandar mengatakan Partai Keadilan Sejahtera pada Pilkada putaran kedua nanti akan merapat ke calon incumben yakni Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

"Saya belum liat suratnya secara tertulis, saya dapat informasi dari tim PKS dan ini A-1," ujar Denny saat dihubungi INILAH.COM, Jakarta, Rabu, (8/8/2012).

Dirinya menduga PKS mendukung pasangan Foke di putaran kedua karena faktor materi atau politik transaksional. "Ya namanya juga dekat lebaran mau THR, kalau dia merapat ke Jokowi kan ga ada dana. Kita aja bikin spanduk ga sanggup, apalagi mau THR," terangnya.

Namun, dirinya juga belum bisa memastikan secara valid dugaannya itu. Tetapi, hal itu dipahami jika memang dilakukan. "Saya ga bisa ngomong seperti itu pasti dengan transaksional cuma memahami saja kalau itu dilakukan, ya namanya organisasi perlu dana," jelas Denny.

Pesan HNW untuk Foke

Headline

 

Calon Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menyambut dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mendukungnya dalam Pilkada DKI putaran kedua.

"Saya bersyukur kepada Allah Swt menyampaikan penghargaan terima kasih kepada-Nya dan kader PKS. Tentu ini akan menambah motivasi kita bersama dalam prinsip-prinsip membangun kota Jakarta ke depan sesuai yang dikemukakan oleh Hidayat-Didik sebagian besar itu sejalan dengan visi misi kami untuk itu kita integrasikan ke depan," ujar Fauzi di kantor DPP PKS, Jakarta, Sabtu, (11/8/2012).

Maka dari itu, calon Gubernur yang diusung PKS kemarin yakni Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini berpesan kepada pasangan Fauzi dan Nachrowi untuk tetap konsisten kepada program rakyat dan amanah menyelesaikan tugasnya hingga akhir jabatan.

"Ada pesan dari Pak Hidayat supaya saya harus sampai abis masa jabatan yakni 5 tahun, ga boleh berhenti di tengah jalan atau pindah gerbong atau tempat lain," imbuh Foke.

Selain itu, calon incumben ini pun optimis akan kembali menduduki kursi Gubernur DKI untuk periode 2012 sampai 2017 mendatang. "Kata Ustadz Hidayat, Fauzi itu artinya kemenangan," tutur pria berkumis hitam tebal ini.

. [j/inilah/mam/dtk]

Kata Kunci