JAKARTA,RIMANEWS- Kalau pensiun, Presiden SBY dikabarkan kepengin jadi Sekjen PBB di New York, dan itu penting agar dia terhuindar dari kejaran kasus Century yang banal dan bagai bola liar. Ada berbagai kasus yang bisa merepotkan SBY sebelum nanti bisa jadi Sekjen PBB yakni persoalan hukum di dalam negeri yang menyandera dirinya sendiri.
Ingat bahwa dalam wawancara dengan Metro TV tadi malam (10/8) menanggapi pertanyaan presenter; siapa yang harus bertanggung-jawab dalam kasus bail-out Century ini- politisi PKS Misbhakun menegaskan yang paling bertanggung-jawab adalah Presiden SBY.
" SBY harus bertanggung-jawab dalam kasus bail-out Century ini, karena tidaklah mungkin Menkeu dan Gubernur BI berani mengucurkan dana sebesar itu ( Rp 6,7 triliun ) tanpa persetujuan presiden," tandasnya.
Senada dengan Misbhakun, politisi Hanura, Akbar Faizal pernah mengusulkan agar Presiden SBY dipanggil untuk dimintai keterangan dalam Pansus Century dulu tapi usulannya itu tidak memperoleh dukungan para anggota Pansus. Akbar menyatakan bahwa Gubernur BI dan Menkeu ( Budiono dan Sri Mulyani ) harus bertanggung-jawab dalam kasus Century ini. Akbar juga menyayangkan kenapa testimoni Antasari ini baru diungkapkan sekarang, kalau saja disampaikan dulu ketika Pansus Century berlangsung mungkin persoalannya akan jadi lain.
Testimoni Antasari Azhar tentang bail-out Bank Century ini telah bikin heboh panggung politik Indonesia. Dalam penjelasan di Metro Realitas (8/8), Antasari mengaku pernah diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Istana pada Oktober 2008 saat masih menjabat sebagai Ketua KPK. Antasari diundang untuk membahas rencana pemberian dana talangan Bank Century karena pemerintah sudah menyadari akan adanya dampak hukum atas kebijakan bail-out yang rawan penyimpangan itu.
Selain Antasari, hadir juga beberapa pejabat negara lainnya, seperti Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menko Polhukam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani, Mensetneg Hatta Rajasa, Gubernur BI Budiono, Andi Mallarangeng, dan Denny Indrayana. Dalam penjelasan di Metro Realitas (8/8), Antasari mengaku pernah diundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Istana pada Oktober 2008 saat masih menjabat sebagai Ketua KPK. Antasari diundang untuk membahas rencana pemberian dana talangan Bank Century karena pemerintah sudah menyadari akan adanya dampak hukum atas kebijakan bail-out yang misterius ini.
Selain Antasari, hadir juga beberapa pejabat negara lainnya, seperti Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, Menko Polhukam Widodo AS, Menkeu Sri Mulyani, Mensesneg Hatta Rajasa, Gubernur BI Budiono, Andi Mallarangeng, dan Denny Indrayana. [ mr/ROM)