Inilah Pandangan Hariman Siregar soal Duel Jokowi-Ahok vs Fauzi-Nara

JAKARTA,RIMANEWS- Mantan tokoh Malari dr.Hariman Siregar melihat kehendak kuat dari warga ibukota untuk melakukan pemilu pilkada DKI yang jurdil dan bersih, sementara daya tarik pertarungan Fauzi-Nara versus Jokowi-Ahok makin menyedot kepedulian seluruh warga DKI yang kali ini bergairah untuk menentukan pilihan.

Duel ini menarik dan kita semua ikut terpikat ambil bagian. ‘’Gua demen nih, orang ingin ada perubahan, meski ada juga yang mau kemapanan,’’ kata Hariman dalam buka puasa Rabu ini yang berbicara bersama Mulyana W Kusumah dan mantan menhut MS Kaban. Ada juga  Amir Husein Daulay, Herdi Sahrasad,  Bang Rauf, Bambang Subono, Bang Lopez dan para kader PDIP, PKS dan aktivis muda lainnya.

‘’Banyak orang menyatakan pilihan warga akan jatuh kepada Jokowi-Ahok, namun banyak juga yang masih melihat Fauzi-Nara masih berpeluang menang. Sudah tentu hasil akhir nanti tergantung siapa peraih suara terbanyak dalam pilkada DKI. Namun orang bilang,  jika yang menang Jokowi, itu memantapkan berkibarnya orang Jawa dalam pentas nasional maupun global (ingat pemakaian  java script dalam komputer dan  java code dalam teknologi internet/informasi yang mendunia),’’ kata Hariman Siregar, yang juga memimpin Indonesia Democracy Monitor (Indemo)

Mantan Ketua Umum Dewan Mahasiswa UI itu tak bisa mengelak ketika didesak para partisipan diskusi mingguan di  Indemo ini mengenai siapa pilihannya antara Jokowi-Ahok atau Foke-Nara, meski ia dengan cerdas dan taktis  menjawab ‘’ Soal itu gak terlalu penting. Kalian juga dah punya, siapa jawabannya. Masak musti gua bilang disini. Bebas ajalah, gua yakin putaran dua pilkada DKI  ini ada kejutan,’’ kata Hariman seraya mengingatkan bahwa pendapat  mantan Ketua MPR M.Amien Rais yang memojokkan Jokowi dengan menyatakan Solo masih kumuh,  tidak akan dipercaya publik karena pelbagai faktor. ‘’ Ada sih pengaruhnya Pak Amien, tapi tak signifikan, saya kira,’’ ujar Hariman seraya mengingatkan bahwa jika negara terlalu campurtangan untuk mendorong petahana ( incumbent) menang, justru bisa kontraproduktif dan mengundang reaksi balik yang kuat memekik.

 Soal isu kerusuhan pasca pilkada DKI, Hariman Siregar lebih suka menduga kemungkinannya, namun soal itu bakal dapat diselesaikan oleh semua pihak yang berkepentingan , termasuk oleh pemerintah.(U)