Saturday, 12 July 2014

Cari

Breaking News

MENARI DALAM HUJAN KATA - KATA

SALATIGA, RIMANEWS -- Hujan tampaknya memberi inspirasi kepada Kang Riboet Gondrong, salah satu anggota grup penyair Kumandang Sastra (KuSas) di Facebook, untuk berpuisi dan coretannya mengundang anggota KuSas yang lain untuk turut melengkapi puisinya. Bernada sendu dan sayu, puisi adalah hasil kolaborasi yang terangkum dalam kata-kata yang mengharu biru. Semoga Anda tersentuh setelah membaca puisi tentang hujan ini, apalagi kalau hujan tengah turun di mana pun Anda berada! Salam sastra! (Neny Isharyanti, Editor)

==========================================================================

PENARI HUJAN

Oleh: Kang Riboet Gondrong, Puteri Salju Rahysta, Among Raga, Fevi Machuriyati,
Ayano Rosie, dan Neny Isharyanti

Pada sebaris gugus hujan,
aku menemuimu dalam riuh
dedaunan yang disapu angin
melantunkan tembang kasmaran
kerinduan pada dahan dan akar
bermekaran bebunga di taman
bersama kumbang kelana
menanti embun di fajar hari
bersama ceria mentari menyinari

batang-batang pohon cemara
ranting ranting kelana
--- aku terpesona

kaki-kaki hujan yang lincah
mengukir percik, mengikuti irama
hujan yang cantik,
rindu menggelitik
mengusik bisik yang berisik
menabur rindu dalam hitungan detik-detik
yang terlewati,
menyusun waktu
menyimak gerak jemari
hentikan geriap
pada akhir derap

Denting hujan
Mengembunkan kenangan
Sebentuk morfosa wajah yang lindap
Di rindu paling biru
Pigura waktu begitu kental
Senyummu terpahat lipatan kelam

Rindu ini semakin jelaga
Hujan dan bayangmu
menari nari, berkecipakan
di antara rinai derai hujan
mengecup cemara
mengembunkan harap
dan nyanyian sendu sang daun hujan
menyelimuti dalam kenangan
membuyarkan indah damai
saat kenangan menari di pelataran hati
bersama indah sampur merah hati
gemulai lincah
membangunkan gundah

Dan engkau, penari hujan itu, terhempas dalam gericih gerimis gigil hati
Oh, perih!

Pekalongan-Hong Kong-Malang-Sidoarjo-Makassar-Salatiga
6-8 Agustus 2012

==========================================================================

PARA PENYAIR YANG TERLIBAT (berdasarkan urutan abjad)

*) AMONG RAGA Penulis bernama asli Gupuh Priyo. Lahir di Malang tahun 1964. Belajar menulis puisi secara otodidak dan mulai menulis sejak tahun 1987. Pernah menerbitkan Buletin Sastra (BUSA) antara tahun 1990-1993 yang merupakan kumpulan sastra dari berbagai daerah melalui surat menyurat. Berteater antara tahun 1990 - 1993, lalu vakum hingga mengenal Facebook di tahun 2009.

*) AYANO ROSIE Lahir di Cakke-Enrekang, Sulsel, pada tanggal 22 desember. Mulai menulis puisi sejak SMA tapi hanya sampai pada buku harian, lalu diterbitkan di Facebook sejak 2010. Pernah meluncurkan antologi bersama " Indonesia Berkaca" tahun 2011 dan satu karyanya diterbitkan di berita mingguan Singapura tertanggal 6 Mei 2012

*) FEVI MACHURIYATI Lahir di Sidoarjo, 9 Februari 1972 dan berkarya di Rumah Sakit Umum Daerah Sidoarjo. Pengalaman menulis di majalah instansi ” Medivo ” dan cybernet di Facebook.

*) KANG RIBOET GONDRONG Pemilik nama asli Ribut Achwandi, adalah juga seorang kolumnis, penulis naskah drama dan juga pegiat dan praktisi seni sastra di Pekalongan. Puisi-puisinya dimuat di sejumlah antologi, saat ini menjadi dosen di UNIKAL lulusan Sastra Indonesia UNNES sedang menempuh pendidikan Magister Sastra UNDIP.

*) NENY ISHARYANTI Penulis ini menilai dirinya sebagai perempuan dengan berbagai peran : ibu dua anak, pengajar di sebuah universitas, mahasiswa pasca sarjana, peneliti pembelajaran bahasa dengan menggunakan teknologi, penulis puisi dan blog, pembaca novel sejarah, penyanyi jazz, dan penikmat permainan komputer. Berasal dari Salatiga, Jawa Tengah. Antologi yang sudah diterbitkannya ialah :
Sajak Rindu di Negeri Itu (2012) dan puisi-puisinya terangkum di blog pribadinya http://nenyish.multiply.com/

*) PUTERI AYU RAHYSTA Pemilik nama asli Arin Wahyuni ini lahir di Blitar, Jawa Timur, 4 April. Gemar makan bakso dan bebek goreng dan merah warna kesukaannya. Sifatnya keras kepala,tapi manja dan suka cengeng. Apa yang diinginkannya harus tercapai. Hobinya merajut aksesoris berbahan manik-manik dan menulis. Motto hidupnya : Jadilah diri sendiri dan hadapi segala persoalan dengan ikhlas serta tabah, serta jadikanlah pengalaman guru terbaik dalam hidup.

==========================================================================

*) Kumandang Sastra (atau disingkat KuSas) didirikan di RRI Semarang oleh Victor Roesdianto atau Kak Roes, panggilan akrabnya, dan melakukan siaran perdana pada tanggal 29 Maret 1967. Sejak tahun 2005, KuSas dikemas dengan format yang berbeda yaitu lebih menekankan menjaring para penulis pemula dengan tujuan agar mereka berani menulis apapun yang mereka ingin tulis (khususnya puisi) tanpa ada rasa ketakutan untuk salah. Sejak munculnya Facebook, di bawah asuhan Driya Widiana M.S, anggota KuSas semakin bertambah dan meluas dengan dibentuknya grup yang memungkinkan anggota grup untuk mempublikasikan puisinya tidak hanya melalui ajang pembacaan puisi di radio tetapi juga melalui dinding grup di Facebook.(Wrh/RIMA)