JAKARTA, RIMANEWS -- Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Amien Rais, memprediksi kasus dugaan korupsi simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bakal segera meredup. Dia mengatakan, kasus itu bakal menghilang dalam waktu enam pekan mendatang.
"Saya yakin kasus simulator ini tidak akan lebih dari enam minggu boomingnya, dan ada kasus (korupsi) baru," kata Amien Rais di Jalan Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/8/2012).
Menurut Amien, pemberantasan korupsi di Indonesia cenderung mudah menguap begitu saja hanya gara-gara ada kasus korupsi terbaru dan dianggap lebih menarik. " Karena konteks politik dan kekuasaan yang melingkupi (korupsi) itu lebih keras," terang Amien.
Amien mencontohkan kasus pengucuran dana talangan Bank Century yang hingga kini mandek diselidiki KPK. Padahal, kata Amien, awal-awal kasus ini mencuat telah mendapat begitu banyak perhatian. "Bank Century itu hampir sebulan digodog di DPR siang-malam, seperti kekurangan waktu. Kemudian difollow-up KPK ternyata hilang, kasus hambalang, nanti juga lama-lama hilang," kata Amien.
Kasus korupsi pengadaan simulator SIM itu kembali membuat tegang hubungan KPK dengan Polri. Setelah KPK menetapkan Inspektur Jenderal Djoko Susilo, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Didik Purnomo, Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA), Budi Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukoco S Bambang, sebagai tersangka, Polri belakangan menyusul dengan menetapkan status tersangka terhadap tiga tersangka versi KPK tersebut.
Para tersangka versi Polri adalah Brigadir Jenderal Didik Purnomo, AKBP Teddy Rusmawan, Kompol Legino, dan dua pihak swasta, Sukotjo Bambang, dan Budi Santoso. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar menyebut mereka telah ditetapkan sebagai tersangka, sejak 1 Agustus 2012.
Terkait hubungan saling sikut antara KPK dengan Kepolisian RI, Amien mengaku tidak mau tertipu. Dia meyakini kasus itu bakal menghilang seperti kasus perseturuan KPK dengan Polri yang dulu lebih dikenal Cicak versus Buaya. "Saya tidak mau tertipu karena sudah terlihat jelas. Saya sedkitpun tidak mneragukan Abraham Samad, dia pahlawan. Tapi, dia tidak bisa sendirian, bahkan lima pemimpin KPK pun juga tidak bisa," kata Amien.
Menurut Amien, KPK punya kelemahan dalam menghadapi kasus korupsi yang berskala besar. "Biasanya kalau ada masalah besar, KPK tidak berdaya. Sesungguhnya mengenai KPK, sudah ada regularitas yang bisa kita cermati," tegas Amien. [ bmw / OKE ]