Isu SARA Beredar, Foke Prihatin!

JAKARTA, RIMANEWS - Calon Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo merasa prihatin dengan beredarnya kampanye gelap berisi isu-isu yang menyinggung suku, agama, ras dan antar golongan (SARA), yang dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu. Ia meminta semua pihak tidak terpancing dengan isu-isu tersebut.

"Saya merasa prihatin dengan isu SARA. Siapapun warga Jakarta punya hak yang sama, tidak dibeda-bedakan. Buktikan bahwa isu sara tidak tepat dan tidak ada tempatnya di Jakarta, karena memang tidak ada tempatnya di negara Pancasila," tegasnya di saat bersilaturahmi dengan warga di Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (5/8/2012).

Fauzi Bowo juga mengatakan, selama ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam 5 tahun terakhir, ia tidak pernah membeda-bedakan satu orang dengan yang lainnya. Dalam hal hak pilih, calon Gubernur incumbent ini juga menegaskan bahwa hak itu ada sepenuhnya pada warga masyarakat. Namun ia mengingatkan bahwa masa depan Jakarta ada di tangan warga Jakarta sendiri.

"Saya tidak pernah membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Saya tahu hak pilih ada pada bapak ibu sekalian, tetapi tolong pikirkan Jakarta untuk di masa mendatang. Komitmen saya tetap akan membangun Jakarta. Konsep saya konsep yang jelas. Saya bukan orang yang begini begitu. Saya harus menciptakan kondisi di Jakarta untuk semua," jelasnya dihadapan warga.

Selain itu, ia juga kembali meminta warga mensukseskan pembangunan di DKI Jakarta pada masa mendatang. Karena bagaimanapun, seorang pemimpin termasuk dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak mempunyai arti apa-apa tanpa dukungan warganya.

Fauzi Bowo juga menyempatkan bersilaturahmi dengan jemaat Gereja Regina Caeli di kompleks perumahan Pantai Indah Kapuk. Dihadapan pimpinan Gereja Romo Bonie Payong dan ratusan umat kristiani. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak terpancing dengan isu SARA yang bisa memecah belah persatuan.

"Kedatangan kami adalah menjalin kebersamaan, karena Jakarta bisa berkembang seperti ini modalnya adalah persaudaraan dan kebersamaan. Jangan sampai kita terpancing oleh isu-isu yang tidak mempersatukan kita," tandasnya.(inil)