Fauzi Bowo: Pembangunan Jakarta untuk Semua Warga,Semua Anak Bangsa

JAKARTA,RIMANEWS-Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo meresmikan Jembatan Jalan Pluit Utara dan Jembatan Muara Angke, di Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Gubernur yang datang ke lokasi sekitar pukul 07.00 WIB berharap dua jembatan yang baru selesai dibangun tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Fauzi Bowo mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengucapkan banyak terima kasih kepada warga di Kecamatan Penjaringan dan semua pihak atas kelancaran pembangunan Jembatan Pluit Utara dan Muara Angke.

"Terlebih selama proses pembangunan, masyarakat dan pengguna jalan turut terganggu karena akibat macet. Alhamdulillah, sekarang pembangunan jembatan akhirnya selesai dan bisa dilalui kembali pengguna jalan dan masyarakat umum," ujar Fauzi Bowo, Minggu (5/8/2012).

Ia berharap dengan selesainya pembangunan dua jembatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan roda perekonomian. Karena bagaimanapun, apa yang telah dilakukan oleh Pemprov adalah untuk warga DKI Jakarta bukan untuk yang lain.

"Pemerintahan ini ada untuk saudara. Kita harus bekerjasama kalau mau Jakarta ini maju. Saya tidak pernah terpikir membangun Jakarta tidak untuk warga Jakarta. Lima tahun saya jadi Gubernur di Jakarta, tidak ada yang menyebabkan saudara tidak bisa melanjutkan usaha," jelasnya.

Saat meresmikan jembatan, Fauzi Bowo nampak sangat bersemangat, meski ia tengah menjalani ibadah puasa. Ia pun meminta maaf kepada semua pihak yang turut hadir pada peresmian jembatan pagi itu. "Mohon maaf undangannya kepagian," ucap Fauzi Bowo, yang disambut tawa dari hadirin

Nachrowi Ramli, calon wakil gubernur DKI Jakarta yang berpasangan dengan Fauzi Bowo, turut memberikan komentar seputar dugaan isu Suku, Ras, Agama, dan Antar Golongan (SARA) yang dilakukan penceramah sekaligus penyanyi dangdut Rhoma Irama.

Menurutnya, SARA tidak diperbolehkan, namun kalau seseorang beribadah sesuai dengan ajarannya itu wajib hukumnya. Jadi harus bisa dibedakan antara SARA dengan orang yang melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran agamanya.

"Jadi saya pikir jelas apa yang di maksud Haji Rhoma Irama. Sebab antara aqidah dengan SARA tadi kan berbeda. Sekiranya Rhoma Irama datang ke Panwaslu dan nanti bisa dilihat apa maksud dari pernyataannya," ujar Nachrowi dalam acara buka puasa bersama di kediaman Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Sabtu (4/8/2012).

Nachrowi Ramli juga berpesan bulan Ramadan ini digunakan untuk bersyukur dan meningkatkan ketaqwaan. Bagi umat Islam menjalankan ibadah puasa baik bagi umat.

Sebagaimana diberitakan, Rhoma Irama, Minggu (29/7), berceramah di Masjid Al-Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Isi ceramahnya dinilai bermuatan SARA dan menyudutkan salah satu pasangan calon gubernur dan wagub DKI Jakarta. Rhoma heran dengan tudingan tersebut.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan isi ceramah yang disampaikan di Masjid Al Isra, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Minggu (29/7/2012). "Ketika umat Islam mendukung Fauzi-Nachrowi dianggap SARA," ucap Rhoma kepada INILAH.COM, Kamis (2/8/2012). [.[bay]