Novel ini mengisahkan tentang perjalanan panjang dalam mencari kebenaran. Lika-liku kehidupan yang dilaluinya telah banyak menggoreskan sejarah dalam hidupnya. Kesesatan, kejahatan, dan premanisme ia lalui dengan penuh ketabahan.
Alkisah berawal dari kisah seorang anak yang dipaksa oleh ayahnya untuk menjadi seorang ekonom. Anak itu bernama Arthur Larry White, seorang ateis yang tidak memihak pada agama apapun. Arthur menolak keinginan ayahnya tersebut untuk menjadi ekonom. Akibat penolakan tersebut Arthur diusir dari rumahnya. Ia pun berjuang sendirian menyelesaikan kuliahnya di kedokteran, bidang yang menjadi pilihannya. Malangnya, gadis yang selama ini mewarnai hari-harinya, Luna, menebar fitnah yang membuat Arthur dipenjara.
Selepas di penjara kehidupan Arthur berubah total. Ia berkeliaran di jalanan di malam hari, menyambangi tempat pertandingan gulat ilegal, mabuk, juga memalak. Kemudian ia mengganti namanya Tim Webb.
Kemudian secara perlahan, hidup Arthur yang kelam mulai bercahaya ketika bertemu dengan Nisa, gadis kecil berkerudung merah jambu yang selalu mengikuti ke mana pun laki-laki itu pergi. Dia belajar banyak tentang Islam dari Nisa. Arthur juga bertemu Henry James Artorius, anak dari kakaknya Arthur yang banyak memberikan pelajaran tentang arti hidup. Bahwa bahagianya hidup tak bisa diukur dengan harta. Hidup butuh kasih sayang dan cinta yang membuat orang mempunyai dorongan untuk hidup bahagia.
Pertemuan dengan kedua orang tersebut membuat Arthur merenung dan berpikir tentang hakikat hidup. Tapi, ia masih berhasrat untuk membalaskan dendamnya kepada Luna. Baginya kesalahan Luna sudah terlalu berat yang harus mendapatkan balasan setimpal. Pada suatu kesempatan, keinginan balas dendam Arthur terhadap Luna tercapai saat Arthur menjebak Luna masuk ke dalam ruangan di sebuah pesta. Yang pada akhirnya Luna harus mendekam di penjara karena telah menembak Arthur yang disaksikan oleh banyak orang, sehingga Luna tak bisa mengelak lagi. (hlm 111-127)
Sementara Arthur harus masuk rumah sakit setelah peristiwa penembakan tersebut. Selama berhari-hari ia pingsan dan tidak sadar di rumah sakit. Hingga suatu saat Artur bermimpi berjalan di tengah padang pasir yang sangat gersang. Tak ada tumbuhan, juga tak ada air.
Di tengah perjalanan di tempat yang kosong tersebut, Arthur mendengar suara desisan yang menusuk telinganya. Karena tak tahan ia membalikkan badannya, tapi ternyata di belakangnya ada seekor ular hitam yang besar dan sangat mengerikan. Taringnya memanjang keluar dari mulutnya. Arthur terus berusaha menjauhi ular tersebut. (hlm 256)
Kemudian Arthur terbangun dari tidurnya. Ia tak mendapatkan apa-apa kecuali hanya sehelai kain atau baju rumah sakit. Inilah saat-saat Arthur mempunyai keinginan yang kuat untuk berubah dan menjauh dari perbuatannya yang selama ini ia lakukan. Pada saat itu pula ia mendapatkan petunjuk dan bersyahadat dan masuk Islam yang disaksikan oleh dokter Hasan. Singkat cerita, setelah masuk Islam kondisi kesehatan Arthur tidak terus membaik yang pada akhirnya meninggal dunia di rumah sakit setelah tiga bulan koma.
Bukan dendamnya terhadap Luna yang menggelisahkan hatinya, melainkan dorongan kuat untuk menjadi sebuah kunci gerbang kebenaran, sebuah anugerah tak terkira yang mengubah cara pandang dan jalan hidupnya. Inilah yang membuatnya mati mulia dan menemukan kebenaran yang selama ini ia cari.
Pada intinya, novel ini mengajak kita untuk melihat kebenaran secara realistis. Seburuk apapun kelakuan seseorang, ia pasti mempunyai keinginan untuk berubah dan berbuat kebaikan. Ada sisi positif pada setiap orang yang terkadang tidak bisa kita pahami secara fisual. Kebenaran di manapun ia berada dan atau walaupun ia harus terbuang jauh dalam keegelapan tetaplah kebenaran.
_________________________________________
Judul buku : Dr. White; Doa dan Cinta yang Mengantarnya Mati Mulia
Penulis : Adipati Sabrang el-Faruq
Penerbit : Safirah
Cetakan I : Juli 2012
Tebal : 273 halaman
Peresensi : Rahmah Farihatus Sholihah, Penikmat buku tinggal di Kota Batu