EKSTASE 345
ada seulas senyum dari dada yang memberontak
ketika malam menghamburkan tubuhnya ke rotasi matahari
siang berselimut malam
dan malam mencampakkan tirainya ke atmosfir
ketika ruh lelah
masuk gua dan keluar gua
ingin lari dari penjara
dan melepaskan tembakan kepada sipir dan pengawal langit demi langit
kau kira pintu akan dibukakan begitu saja
ada izin dan permohonan
seperti muhammad mi’raj dan mematuhi prosedur birokrasi alam ghaib
kau kira begitu mudah keluar dari penjara dan berurusan dengan
birokrasi ilahiyah di langit sana
banyak mereka yang terkatung-katung di langit-langit rendah dan kotor
ingin ke langit tinggi tak diizinkan
kembali ke bumi tak mungkin
ada ribuan tangis dari ruh yang telah kembali
jarak dan waktu tak tercatat angka-angka
kekasih tak pernah menampakkan diri
ia menjadi raja di yaumil akhir
trilyunan tentara berjaga-jaga
antara langit dan langit
bahkan teroris telah tertangkap
ketika baru saja memasang niat
ia tak bisa ekstase
karena kepulangannya tak sempat bertaubat
karena terlalu indah dengan angan kosong
dan banyak bermaksiat.
Tangerang, 27 - 09- 2010
Juftazani: Editor, Penyair dan Aktifis Keagamaan, Tinggal di Jakarta