Rektor UI,Gumilar,Akhirnya Lempar Handuk,Letakkan Jabatan !

JAKARTA,RIMANEWS- Kepala Kantor Komunikasi Universitas Indonesia (UI) Siane Indriani menegaskan pemberhentikan 8 Dekan di UI untuk menjaga netralitas pada proses pemilihan Dekan yang segera digelar di fakultas-fakultas.

"Hal yang sama juga dilakukan oleh Rektor yang siap berhenti 14 Agustus 2012 demi menjaga netralitas dalam Pemilihan Rektor yang digelar Oktober 2012," kata Siane ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (3/8/2012).

Dikatakan Rektor UI Gumilar tidak akan meminta perpanjangan masa jabatan, untuk menjaga netralitas dalam pemilihan rektor Oktober 2012.

Dengan demikian prinsip netralitas dalam Pemilihan Rektor dan Pemilihan Dekan akan terjaga, jika ada imcumbent yang berniat mencalonkan diri kembali sebagai calon rektor maupun calon dekan mendatang. "Apalagi 8 dekan memang telah habis masa jabatannya (bahkan sebagian besar sudah diperpanjang)," kata Siena.

Sementara masa jabatan Gumilar sebagai rektor UI memang akan berakhir 14 agustus 2012. Diberitakan sebelumnya 8 Dekan UI diberhentikan oleh Rektor. Mereka tidak terima dan menyatakan mosi tidak percaya kepada Rektor.

Wacana pemilihan Rektor Universitas Indonesia (UI) secara demokratis melalui Pemilihan Umum (Pemilu) mengemuka dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (03/08/2012) oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-UI.

"Sekarang kita sedang kaji apakah pemilihan Rektor bisa dilaksanakan melalui pemilu atau tidak. Kemungkinan itu ada," ungkap Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UI Ali Abdillah di Audiorium Gedung IX Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua BEM Fakultas Teknik (FT) UI Agus Taufiq. Agus Taufiq, yang akrab disapa Agus, menjelaskan adanya peluang dilaksanakannya pemilu Rektor.

"Tahun 2012 ini adalah tahun penentuan. Memang ada wacana untuk melaksanakan Pemilu untuk memilih Rektor," ungkap Agus.

Namun demikian, lanjut Agus, Pemilu untuk memilih Rektor ini belum jelas dasar hukumnya. "Kita sedang mengkaji bagaimana dasar hukumnya," tambah Agus.

BEM se-UI hari ini menggelar konferensi pers untuk mengumumkan sikap terkait kisruh yang terjadi di internai UI. Dalam konferensi pers tersebut, BEM se-UI menyatakan memecat Rektor UI dan mendesak Mendikbud Muh. Nuh untuk segera memberhentikan Rektor.

Ada Pihak Diduga Hendak Adu Domba Elemen UI

Tribunnews.com/Wahyu Aji

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UI Poernomo Prawiro (kiri) berjabat tangan dengan Rektor Universitas Indonesia, Gumilar Rusliwa Soemantri (kanan) disaksikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh usai rapat usai rapat mediasi di kantor Kemendikbud, Jakarta, Kamis (22/12/2011) malam. 

 

 

Aktivis gerakan penyelamat Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam "Save UI" menyambut baik hasil pertemuan pihak Majelis Wali Amanah (WMA) UI dengan Rektor UI Gumilar Rosliwa Somantri yang dimediasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh kemarin malam.

"Jelas ada kemajuan, Save UI menyambutnya. Ini bukti nyata bahwa isu penggulingan Rektor UI Prof Gumilar hanya mainan pihak yang ingin mengadu domba elemen-elemen UI," kata Aktivis Save UI Effendy Ghozali ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Sabtu (24/12/2011).

Pengamat Komunikasi Politik ini menduga jangan-jangan yang disebut "penumpang liar" oleh Mendikbud selama ini ternyata adanya di Kementerian itu sendiri, khususnya di antara orang-orang yang bukan berasal dari UI.

"Ke depan semua pihak harus menjalankan kesepakatan itu dengan konsisten dan damai," kata Ghozali.

"Save UI" kata dia sudah menetapkan "26 JANGAN (DON'T's)" untuk tata kelola UI yang baik. Jika Rektor UI Gumilar Somantri menjalankan "26 JANGAN" itu maka pihaknya dan seluruh unsur civitas akademika UI akan support Gumilar.

"Sekali lagi, jangan terjebak pada isu murahan bahwa ini upaya gulingkan Rektor. Tapi pertanggungjawaban keuangan seperti audit khusus dan gugatan ICW ke Komisi Informasi Pusat akan jalan terus," ujar Ghozali.