Wall Street Melemah untuk Keempat Hari Berturut-turut

NEW YORK, RIMANEWS - Wall Street melemah untuk keempat hari berturut-turut pada Kamis (2/8/2012) waktu setempat (Jumat pagi WIB), karena Bank Sentral Eropa tidak mengambil tindakan apapun untuk mengatasi krisis utang zona euro.

Tetapi, Bank Sentral Eropa (ECB) menyatakan, kemungkinan pihaknya akan melakukan intervensi di pasar untuk menurunkan biaya pinjaman. Baik ECB maupun bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mempertahankan kebijakan moneternya saat ini pada pertemuan mereka Kamis, sehari setelah Federal Reserve AS juga mempertahankan status quo, mengecewakan investor yang berharap stimulus ekonomi baru.

Indeks-indeks utama mengawali hari dengan penurunan tajam pada pembukaan dan menunjukkan beberapa tanda-tanda pemulihan sebagaimana hari berlangsung.
    
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 92,18 poin (0,71 persen) menjadi 12.878,88 poin pada penutupan. Indeks saham S&P 500, turun 10,14 poin (0,74 persen) menjadi 1.365,00.

Indeks komposit teknologi Nasdaq datang hampir membuat keuntungan, mencapai titik impas (break-even) di pagi hari, sebelum melanjutkan penurunannya. Nasdaq kehilangan 10,44 poin (0,36 persen) menjadi ditutup pada 2.909,77.

Presiden ECB Mario Draghi, dalam konferensi pers pasca pertemuan mengatakan, bank sentral "mungkin melakukan operasi pasar langsung terbuka dengan ukuran yang memadai untuk mencapai tujuannya."

"Bank Sentral Eropa berbicara sulit tetapi tidak memberikan tindakan segera untuk mencoba memecahkan krisis utang negara zona euro dan ekonomi," kata analis Charles Schwab & Co.

Klaim baru asuransi pengangguran AS naik 8.000 pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, sesuai dengan perkiraan Wall Street.

Pasar sedang menunggu angka resmi tingkat pengangguran dan pekerjaan Juli pada Jumat, setelah tiga bulan berturut-turut pertumbuhan lapangan pekerjaan lemah.

Amerika Serikat diperkirakan telah menambahkan 100.000 pekerjaan -- hanya 20.000 lebih besar daripada Juni -- karena tingkat pengangguran tetap terjebak di 8,2 persen. [kps]

Kata Kunci