Masa remaja adalah masa yang penuh dengan gejolak. Pada fase ini, remaja cenderung lebih sering ingin bereksperimen, mencoba sesuatu yang belum pernah dilakoninya. Salah satu ‘masalah’ yang kerap hadir pada usia remaja adalah cinta. Ya, cinta menjadi salah satu menu menarik untuk diobrolkan oleh kalangan remaja.
Selain itu, friendship atau persahabatan di kalangan remaja kerap juga menjadi topik yang menarik untuk dibahas oleh beberapa pengarang dalam cerpen dan novel-novel mereka. Tak heran, jika hampir semua buku atau novel remaja bercerita tentang pernak-pernik cinta dan persahabatan di kalangan remaja.
Paperplane of Lovekarya Adnan Buchori adalah salah satu buku yang mengangkat fenomena kehidupan remaja dengan segala problematikanya. Buku kumpulan cerpen yang diterbitkan penerbit Sheila ini berisi 15 cerpen remaja yang sangat menarik untuk dinikmati.
Tema yang beragam yang diangkat pengarang, menjadikan buku ini sangat layak untuk dikoleksi dan dibaca sebagai hiburan dan “pencerahan”, terutama yang ingin mengetahui problematika remaja lewat karya fiksi. Karena selain tema cinta, kumpulan cerita ini juga berkisah tentang perjuangan, persahabatan, dan juga pengorbanan.
Seperti dalam cerpen Life Goes On, Adnan berkisah tentang persahabatan antara Wendy dan Desi. Kedua sahabat ini sejak SMA sama-sama memiliki mimpi untuk kuliah di Kedokteran. Persahabatan yang kental antara dua remaja ini menjadikan mereka seolah-olah tidak ingin dipisahkan. Namun, hasil SNMPTN yang mereka ikuti tidak sesuai dengan harapan. Hanya nama Wendy yang tercetak di daftar nama-nama peserta SNMPTN. Sementara nama Desi tidak ada.
Pengumuman hasil seleksi masuk perguruan tinggi itu sempat membuat Desi shok. Berhari-hari dia mengurung diri di kamar. Dia merasa impiannya hancur untuk bisa kuliah Kedokteran di PTN favorit di Surabaya. Tapi, Wendy selalu berusaha membangkitkan semangat sahabatnya untuk tetap tegar. Bahwa untuk menuntut ilmu di Kedokteran itu tidak harus di perguruan tinggi negeri (hal. 169).
Sementara dalam cerpen Bintang Jatuh, Adnan berkisah tentang seorang Vanya yang bercita-cita ingin menjadi seorang penulis terkenal. Beberapa tulisannya sudah disebar ke beberapa majalah remaja. Namun, hasilnya nihil. Untuk itulah dia berharap suatu saat bisa melihat bintang jatuh, yang konon adalah pertanda sebuah keberuntungan bagi orang yang melihatnya. Berkat dorongan sahabatnya, Angie, Vanya terus berusaha untuk menggantungkan cita-citanya menjadi seorang penulis terkenal (hal. 1).
Secara umum, cerpen-cerpen dalam buku setebal 184 halaman ini berkisah tentang pernak-pernik dunia remaja yang kemungkinan besar pernah dialami oleh semua orang yang pernah melewati masa remaja. Tentang konflik seorang anak dengan orangtua, misalnya, dituturkan Adnan dalam cerpen Minggat. Atau, tentang budaya Valentine’s Day dalam Pesan-Pesan Valentine. Tentang gengsi dan harga diri seorang cowok yang harus tampil beda dengan tunggangannya ketika mengapeli cewek incarannya dalam cerpen Mobil Jamie. Semua diramu penulis dengan bahasa yang segar dan enak dibaca. Sebuah bacaan yang sangat relevan dengan dunia remaja saat ini yang memang membutuhkan figur yang jadi panutan di tengah glamour-nya pergaulan remaja yang serba permisif.
Kelimabelas cerpen yang kesemuanya pernah dimuat di majalah remaja seperti Gadis, Hai, Story, Kawanku, Say, Anita Cemerlang, dan majalah lainnya ini mengingatkan pembaca, bahwa kehidupan remaja itu tidak hanya penuh dengan kebebasan dalam pergaulan mereka. Paling tidak, dengan membaca kisah-kisah dalam buku ini, para remaja bisa mengambil hikmah atau pelajaran. Mengambil sisi positif dari jalinan kisah fiksi yang besar kemungkinan juga terjadi dalam kehidupan nyata. (*)
_______________________________________________
Judul : Paperplane of Love
Penulis : Adnan Buchori
Penerbit : Sheila, Yogyakarta
Cetakan : Pertama, 2011
Tebal : vi + 184 Halaman
Peresensi : Untung Wahyudi (Penikmat fiksi remaja)