Membukukan perjalanan hidup seorang tokoh paling disanjung-sanjung ummat manusia memanglah tidak mudah. Siapa yang tidak kenal Muhammad saw? beliau adalah manusia paling mulia, dapat dikatakan sebagai panutan suritauladan semua makhluk. Buku novel Biografi Muhammad; Lelaki Penggenggam Hujan karya Tasaro GK ini berbeda dengan buku-buku lainnya yang membahas tetang perjalanan hidup sang Nabi.
Tokoh nomor satu di dunia ini, ditulis dalam balutan karya seni sebuah novel. Merupakan gebrakan baru. Jika melihat buku-buku lainnya yang bernuansa semi ilmiah semisal Sejarah Hidup Muhammad karya Haekal, Muhammad oleh Martin Lings, ataupun Muhammad karya Karen Armstrong. Uniknya tokoh utama dalam buku ini tidak seperti novel-novel lainnya yang biasanya sang tokoh menjadi orang pertama ataupun orang ketiga, di sini tokoh Muhammad sebagai tokoh kedua. Jadi, pembaca seolah-olah sedang berbicara langsung dengan Rasulullah Muhammad saw.
Selain itu, karena sebuah karangan novel tentu saja harus dihadirkan tokoh lain yang juga tidak kalah hidup. Kashva, dihadirkan sebagai seorang yang berpegang teguh pada ajarannya, Zardusht. Perjalanan Kashva bermula saat pemberian sebuah kaligrafi kuno kepada raja Khosrou , penguasa Persia, yang bertuliskan bahwa Nabi yang dijanjikan telah datang. (halaman 28) Dari sini, perjalanan menarik Kashva dimulai.
Tak luput dari yang ditujukan dalam penulisan di sini. Perjalanan Nabi seolah-olah menjadi hidup dan hadir dalam benak pembaca. Kehidupan romantisnya dengan Aisyah, kecemburuan Aisyah terhadap Khadijah, juga perkara-perkara yang mendatangkan wahyu sebab keadaan sekitar Nabi. Bahkan segala prilaku Nabi pun menjadi prilaku yang sangat manusiawi. Juga salah satu mukjizat Nabi dipaparkan sebagai suatu hal yang luar biasa.
Ceruk air yang tidak begitu banyak menjadi cukup setelah dituangkan air bekas kumur-wudhu Rasulullah. Air yang dituangkan ke botol kemudian dituangkan pada ceruk lalu diaduk dengan anak panah yang Nabi berikan. Setelah itu, muncullah sumber-sumber air dari dasar ceruk sehingga Najiyah, orang suruhan Nabi, mesti keluar sebelum tenggelam oleh banyaknya air. (halaman 313) Namun, Ibnu Ubai tak mempercayai mukjizat ini karena dia bersaksi pernah menemukan hal yang serupa. Setelah dikonfirmasi ternyata Ibnu Ubai mengakui bahwa dia belum pernah melihat keajaiban seperti ini.
Di sini, penceritaan kebenaran ajaran Muhammad tidak hanya dilirik dari dunia Islam melainkan juga dipandang dari berbagai ajaran. Seperti ajaran Zardusht, ajaran Budha, ajaran tradisi Kristen, pula ajaran Hindu. Karena dilihat dari beberapa referensi maka banyak pula nama bagi Nabi akhir zaman ini dan yang paling disorot di sini adalah Lelaki Pengenggam Hujan. Kata pengenggam hujan muncul dari sajak Namuichi, bahasa Paini. Sedangkan arti hujan sendiri adalah wahyu Tuhan. (halaman 156)
Tentu saja sebagaimana novel lainnya kisah romantik antara Kashva dan Astu selalu membuat warna baru pada novel ini. Juga kemisteriusan pendeta Yim, kekakuan Mashya, kecerdikan Xexes, kesamaran keberadaan Elyas, perubahan sikap Parkhida yang tiba-tiba, dan ketangkasan Vakhshur membuat novel ini semakin menarik dan mengalir. Apakah perjalanan Kashva untuk menemukan Sang Penggenggam Hujan akan segera tercapai dengan mudah? Jawaban ini akan didapat dalam buku biografi novel Muhammad ini. Selamat membaca!
_____________________________________________________
Peresensi: Achmad Marzuki, Pegiat di Farabi Institute, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang
Judul : Sebuah Novel Biografi Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan
Pengarang : Tasaro GK
Penerbit : Bentang Pustaka, Yogyakarta
Tahun : ketujuh, Agustus 2011
Tebal : xxvi + 549 halaman
ISBN : 978-979-1227-79-7